Pekanbaru (Riaunews.com) – Ketua Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru, Rois, menyoroti aspek keselamatan kerja tenaga penyapu jalan yang dinilai masih perlu mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kota Pekanbaru. Hal itu disampaikannya menyusul adanya laporan petugas kebersihan yang tersenggol bahkan tertabrak kendaraan saat bertugas.
Menurut Rois, para penyapu jalan memiliki risiko kerja tinggi karena setiap hari berhadapan langsung dengan arus lalu lintas, terutama di ruas jalan protokol. “Saya dapat informasi ada penyapu jalan yang kesenggol, bahkan ada yang tertabrak. Ini kan risiko tinggi. Mereka juga berhak mendapatkan perlindungan, seperti asuransi ketenagakerjaan,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).
Ia mengusulkan agar seluruh tenaga penyapu jalan didaftarkan dalam program asuransi ketenagakerjaan sebagai jaminan keselamatan kerja. Menurutnya, skema iuran kecil dari gaji pekerja masih jauh lebih baik dibandingkan tidak adanya perlindungan saat terjadi musibah.
Selain asuransi, Rois juga menyoroti minimnya perlengkapan keselamatan di lapangan. Ia menilai petugas tidak cukup hanya dibekali rompi keselamatan, tetapi juga perlu dilengkapi rambu atau pembatas jalan sebagai penanda saat bekerja, terutama di ruas padat seperti Jalan Soekarno Hatta Pekanbaru, Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru, Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, dan Jalan Arifin Ahmad Pekanbaru.
Rois memperkirakan jumlah penyapu jalan di Pekanbaru mencapai 600 hingga 700 orang dan berharap seluruhnya dibekali perlengkapan keselamatan secara merata. Ia juga menekankan pentingnya pengawasan teknis di lapangan, termasuk sosialisasi agar petugas tidak membuang sampah hasil sapuan ke dalam drainase.
Sebagai fungsi pengawasan di DPRD, Rois menegaskan dirinya perlu menyampaikan hal tersebut agar kebijakan Pemko Pekanbaru yang sudah baik tidak tercoreng oleh kelalaian teknis. “Ini demi keselamatan pekerja dan juga demi pelayanan kebersihan kota,” pungkasnya.
