Pekanbaru (Riaunews.com) – Antrean panjang kendaraan untuk mengisi bahan bakar minyak (BBM) terjadi di hampir seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Pekanbaru dalam sepekan terakhir. Kondisi ini bahkan memicu kemacetan di sejumlah ruas jalan akibat antrean yang mengular.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan pemerintah telah mengecek langsung ke pihak Pertamina dan memastikan stok BBM sebenarnya masih tersedia. Namun, lonjakan antrean terjadi karena meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap potensi kelangkaan dan kenaikan harga.
Pemko Ajukan Tambahan Kuota
Agung menyebut Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru telah mengajukan penambahan kuota BBM guna mengatasi antrean panjang tersebut. Permintaan itu, kata dia, sudah disetujui dan diharapkan segera direalisasikan dalam waktu dekat.
“Karena ada kekhawatiran harga naik dan takut BBM habis, masyarakat jadi berebut mengisi BBM sehingga antrean panjang terjadi,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Selain itu, Pemko juga telah berkoordinasi dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) baik di tingkat kota maupun provinsi untuk memperketat pengawasan distribusi BBM di lapangan.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying dan tetap membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi dapat berjalan lancar dan merata.
