Pekanbaru (Riaunews.com) – Puasa bukan alasan untuk merasa lemas dan tidak produktif. Kepala Instalasi Gizi RSUD Arifin Achmad Riau, Rina Yurianti, menegaskan pentingnya mempersiapkan tubuh serta mengatur pola makan agar ibadah puasa tetap berjalan sehat, aman, dan tubuh tetap bugar.
Hal itu disampaikannya dalam Webinar Seri 2 bertajuk Ramadan Tanpa Drama: Belanja Pinter, Simpan Bener, Masak Jempolan, Keluarga Auto Sayang yang ditaja BPSDM Provinsi Riau, Kamis (12/2/2026).
Menurut Rina, selama berpuasa tubuh justru bekerja lebih efektif dan efisien, termasuk dalam proses detoksifikasi alami. Karena itu, asupan makanan dan pola hidup selama Ramadan harus diperhatikan dengan baik.
“Pada saat puasa, tubuh akan membuang zat-zat yang tidak diperlukan. Jadi kita harus memperhatikan asupan dan pola hidup selama Ramadan,” ujarnya.
Ia membagikan sejumlah tips memasak secara adaptif dan kreatif agar kebutuhan gizi tetap terpenuhi. Di antaranya menggunakan bahan makanan segar, mengoptimalkan metode memasak, memakai bumbu dan rempah alami, serta mengurangi penggunaan minyak.
Rina menyarankan konsumsi minyak goreng tidak berlebihan, yakni maksimal lima sendok makan per orang per hari. Selain itu, proses pengolahan makanan sebaiknya dilakukan dengan cepat, menggunakan peralatan masak yang aman, menerapkan resep sehat, dan selalu mengutamakan kebersihan.
Saat berbuka puasa, ia menganjurkan agar makan dan minum dilakukan secara bertahap. Diawali dengan satu hingga dua gelas air putih atau air kelapa untuk mengembalikan cairan tubuh, kemudian dilanjutkan dengan makanan pembuka seperti kurma atau buah segar. Makanan utama sebaiknya dikonsumsi setelah salat Magrib atau Tarawih dengan komposisi gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein, sayur, dan buah.
Rina juga mengingatkan masyarakat untuk tetap berolahraga ringan selama Ramadan agar tubuh tetap bugar. Ia berharap puasa dapat dijalankan dengan lancar, sehat, serta membawa keberkahan.
