Yogyakarta (Riaunews.com) – Pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Daerah Istimewa Yogyakarta (MES DIY) melakukan kunjungan silaturahmi dan takziah ke kediaman keluarga almarhum Ustadz Muhammad Jazir ASP di Yogyakarta, Senin malam (9/2/2026). Kunjungan tersebut berlangsung di rumah Ibu Sri Amini Yuni Astuti, istri almarhum, sebagai bentuk penghormatan atas jasa dan pengabdian almarhum bagi umat.
Dalam kesempatan itu, MES DIY menyampaikan niat resmi untuk memberikan Penganugerahan Pengabdian dan Keteladanan Ekonomi Umat kepada almarhum. Penghargaan tersebut direncanakan akan diserahkan pada Jumat, 27 Februari 2026, bertepatan dengan agenda Silaturahmi Kerja Wilayah (SILAKWIL) MES DIY dan buka puasa bersama.
Ketua Umum MES DIY Prof. Dr. Edy Suandi Hamid mengatakan, almarhum Ustadz Muhammad Jazir merupakan sosok yang memberikan kontribusi besar dalam penguatan peran masjid sebagai pusat pemberdayaan sosial dan ekonomi masyarakat. Menurutnya, gagasan dan praktik pengelolaan Masjid Jogokariyan telah memberi dampak luas dan menjadi rujukan nasional.
Ustadz Muhammad Jazir ASP dikenal sebagai Ketua Dewan Syuro Masjid Jogokariyan Yogyakarta sekaligus inovator tata kelola masjid berbasis pelayanan jamaah dan pemberdayaan umat. Di bawah kepemimpinannya, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga berkembang menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.
Salah satu gagasan yang dikenal luas dari almarhum adalah konsep Saldo Infak Nol Rupiah, yakni prinsip pengelolaan dana infak agar tidak mengendap dan segera disalurkan untuk kebutuhan nyata jamaah. Selain itu, berbagai program pemberdayaan seperti ATM Beras, layanan kesehatan gratis, usaha ekonomi jamaah, hingga pengembangan wakaf produktif turut menjadi bagian dari transformasi Masjid Jogokariyan.
Menanggapi kunjungan tersebut, pihak keluarga menyampaikan apresiasi atas perhatian dan penghargaan dari MES DIY. Ibu Sri Amini Yuni Astuti menyatakan kesediaan keluarga untuk hadir dalam agenda penganugerahan mendatang, seraya berharap nilai-nilai keteladanan dan perjuangan almarhum dapat terus dilanjutkan dan menginspirasi pengelolaan masjid serta gerakan ekonomi syariah di Indonesia.







Komentar