Siak (Riaunews.com) – Kreativitas dalam mengolah limbah rumah tangga menjadi produk bernilai jual tinggi menjadi fokus kegiatan yang diselenggarakan tim Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Riau. Bertempat di Kaca Mayang, Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak, puluhan ibu rumah tangga antusias mengikuti workshop pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah disertai pelatihan desain kemasan produk secara digital.
Kegiatan berlangsung interaktif dengan metode learning by doing. Peserta diajak langsung mempraktikkan setiap tahapan, mulai dari proses penyaringan dan pembersihan minyak jelantah, pencampuran dengan bahan parafin, pewarnaan menggunakan pewarna khusus lilin, hingga penambahan essential oil untuk menghasilkan aroma yang menenangkan.
Tak berhenti di situ, para peserta juga dibekali kemampuan mendesain label dan kemasan produk menggunakan aplikasi Canva di smartphone mereka sendiri, sehingga produk yang dihasilkan siap dipasarkan dengan tampilan profesional.

Salah satu peserta, ibu Ria selaku ketua NU Pangkalan Pisang, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelatihan ini.
“Selama ini minyak bekas goreng di rumah cuma dibuang begitu saja. Ternyata bisa dijadikan produk cantik seperti lilin ini. Apalagi kami juga diajari cara membuat kemasannya supaya menarik. Insya Allah bisa jadi tambahan penghasilan keluarga,” ungkapnya dengan penuh semangat.
Kepala Desa Pangkalan Pisang memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif mahasiswa UNRI. Menurutnya, program seperti ini sangat dibutuhkan untuk memberdayakan masyarakat, khususnya ibu-ibu rumah tangga yang memiliki waktu luang namun belum termanfaatkan secara produktif.
“Kami berharap setelah pelatihan ini, ibu-ibu bisa mandiri secara ekonomi dan membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah minyak goreng,” harapnya.
Sebagai tindak lanjut, setiap peserta membawa pulang paket lengkap berisi lilin, sumbu, pewarna, pewangi, serta modul bergambar yang memudahkan mereka untuk terus berlatih di rumah. Tim mahasiswa juga membentuk grup WhatsApp untuk pendampingan berkelanjutan dan berbagi tips pemasaran produk.
Program pengabdian masyarakat ini sejalan dengan komitmen Universitas Riau dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-12 tentang pola konsumsi dan produksi berkelanjutan. Melalui transfer pengetahuan dan keterampilan seperti ini, diharapkan tercipta masyarakat yang lebih peduli lingkungan sekaligus memiliki kemandirian ekonomi untuk masa depan yang lebih baik.







Komentar