Pekanbaru (Riaunews.com) – Anggota Komisi I DPRD Kota Pekanbaru, Aidhil Nur Putra, menyatakan keprihatinan atas kasus viral seorang karyawan kafe di Pekanbaru yang diduga mengakhiri hidup akibat terlilit utang dari praktik judi online. Ia menilai peristiwa tersebut harus menjadi peringatan serius bagi seluruh pihak.
Aidhil menegaskan, maraknya judi online tidak bisa dipandang sebagai persoalan individu semata. Menurutnya, kemudahan akses melalui ponsel membuat siapa pun rentan terjerumus, termasuk generasi muda dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia juga mengingatkan para orang tua agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak dan anggota keluarga lainnya. Aidhil menilai peran keluarga sangat penting dalam mencegah keterlibatan judi online sejak dini.
“Peristiwa ini sangat memprihatinkan. Orang tua juga harus lebih waspada, karena sekarang judi online bisa diakses dengan mudah lewat handphone,” kata Aidhil, Rabu (21/1/2026).
Politisi Partai Nasdem itu menjelaskan, judi online memiliki dampak berbahaya karena memicu kecanduan dan merusak kondisi sosial serta ekonomi pelakunya. Ia menyebut praktik tersebut juga berpotensi mendorong munculnya tindak kriminal.
“Judol ini bisa membuat kecanduan. Dampaknya tidak hanya merugikan pelaku, tetapi juga dapat memicu pencurian, begal, bahkan mendorong seseorang melakukan tindakan nekat seperti bunuh diri,” ujarnya.
Aidhil mendesak aparat kepolisian bersama Pemerintah Kota Pekanbaru untuk meningkatkan pengawasan dan penindakan terhadap aktivitas judi online. Ia meminta pemerintah memblokir situs-situs judol yang dinilai semakin meresahkan masyarakat.
