BBKSDA Riau Lakukan Mitigasi Usai Kemunculan Harimau Sumatera di Pelalawan

Lingkungan, Pelalawan243 Dilihat

Pelalawan (Riaunews.com) – Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau melakukan langkah mitigasi setelah video kemunculan harimau sumatera beredar di media sosial. Satwa dilindungi tersebut terlihat di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, pada 19 Januari 2026.

Kepala BBKSDA Riau Supartono mengatakan, hasil identifikasi di lapangan menunjukkan lokasi kemunculan harimau berada di wilayah perbatasan hutan yang merupakan kantong habitat alami harimau sumatera. Jaraknya terbilang dekat dengan permukiman warga, yakni sekitar 200 hingga 300 meter dari rumah penduduk.

Dari hasil pemantauan, BBKSDA menduga harimau yang terekam bukan hanya satu individu. Tim menemukan indikasi keberadaan seekor induk harimau bersama anaknya yang diperkirakan berusia 4–5 bulan dan masih sangat bergantung pada induknya.

Untuk mencegah konflik dengan manusia, tim gabungan yang terdiri dari BBKSDA Riau, TNI, Polri, pemegang PBPH, serta masyarakat setempat melakukan pemantauan intensif. Upaya penggiringan juga dilakukan agar induk dan anak harimau kembali masuk ke kawasan hutan yang jauh dari aktivitas warga.

BBKSDA Riau mengimbau masyarakat agar tidak merekam maupun menyebarkan video keberadaan harimau guna menghindari kepanikan dan kesimpangsiuran informasi. Warga juga diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama pada subuh dan malam hari, serta mengamankan ternak agar tidak dilepas di area terbuka.

“Penanganan ini mengutamakan keselamatan masyarakat tanpa mengesampingkan kelestarian harimau sumatera,” tegas Supartono. Ia memastikan tim akan tetap berada di lokasi hingga situasi dinyatakan aman dan pergerakan satwa menjauh dari permukiman warga.