Hotspot di Riau Bertambah Jadi 45 Titik, Inhil dan Inhu Masih Mendominasi

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mendeteksi 45 titik panas (hotspot) di Provinsi Riau, Kamis (6/8/2026). Sebaran titik panas masih didominasi Kabupaten Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu yang menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak.

Forecaster on Duty BMKG Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan secara keseluruhan jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 453 titik. Provinsi Sumatera Selatan mencatat jumlah tertinggi dengan 195 titik, disusul Lampung 77 titik dan Bangka Belitung 65 titik.

Inhil dan Inhu Dominasi Hotspot

Ranti merinci, dari total 45 hotspot di Riau, Kabupaten Indragiri Hilir mencatat 16 titik panas, sedangkan Kabupaten Indragiri Hulu sebanyak 14 titik. Selain itu, Kabupaten Pelalawan dan Siak masing-masing terpantau memiliki empat titik panas.

“Di Provinsi Riau, sebaran hotspot masih didominasi wilayah Indragiri Hilir dan Indragiri Hulu. Kabupaten Indragiri Hilir tercatat memiliki 16 titik panas, sedangkan Kabupaten Indragiri Hulu 14 titik,” ujar Ranti.

Hotspot juga terdeteksi di Kabupaten Kuantan Singingi sebanyak tiga titik, Kabupaten Kampar dua titik, serta masing-masing satu titik di Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Dumai.

BMKG Imbau Waspada Karhutla

BMKG terus memantau perkembangan titik panas sebagai bagian dari sistem deteksi dini potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), mengingat sejumlah wilayah di Riau masih berada pada periode musim kemarau.

Masyarakat, khususnya di daerah yang memiliki sebaran hotspot, diimbau tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin sehingga tidak meluas.