Beijing (Riaunews.com) – SGMW Wuling resmi meluncurkan SUV terbaru mereka, Starlight 560, yang tersedia dalam pilihan mesin bensin (ICE), hibrida plug-in (PHEV), dan listrik murni (BEV). Mobil ini ditawarkan dengan kisaran harga mulai 62.800–98.800 yuan atau sekitar Rp151 juta hingga Rp239 juta, menjadikannya salah satu SUV elektrik yang kompetitif di segmennya.
Varian BEV dari Starlight 560 menjadi sorotan utama karena mengusung motor listrik dengan tenaga maksimum 100 kW (134 hp) dan torsi puncak 200 Nm, dipadukan paket baterai lithium besi fosfat berkapasitas 54,5 kWh atau 56,7 kWh. Jarak tempuh yang ditawarkan berkisar 450–500 km menurut standar CLTC, memberi pilihan jarak jauh bagi pengguna kendaraan listrik.
Wuling juga menyatakan dukungan pengisian cepat pada varian BEV, dengan kemampuan 2C fast charging yang memungkinkan baterai terisi 30–80 persen dalam sekitar 20 menit. Selain itu, dalam 15 menit pengisian cepat dapat menambah jarak tempuh hingga 200 km—fitur yang membantu mengurangi waktu menunggu saat perjalanan jauh.
Selain varian listrik, Starlight 560 juga hadir dalam versi PHEV yang memiliki jangkauan gabungan WLTC hingga 1.100 km berkat kombinasi mesin 1.5L dan motor listrik depan. Varian ICE tradisional memakai mesin 1.5T dengan tenaga 130 kW (174 hp) dan torsi 290 Nm, dipadukan pilihan transmisi manual atau CVT.
Dari segi desain dan kenyamanan, Wuling Starlight 560 menawarkan dimensi yang lapang dengan panjang 4,745 mm dan jarak sumbu roda 2,810 mm, serta bagasi fleksibel dengan kapasitas hingga 1.945 liter ketika kursi belakang dilipat. Interiornya dilengkapi layar sentuh 12,8 inci ber-sistem operasi Ling OS dengan dukungan HiCar dan CarLink, panel instrumen digital, serta fasilitas pengisian nirkabel.
Peluncuran Starlight 560 memperlihatkan strategi Wuling untuk memperluas portofolio kendaraan listrik dan hibrida di pasar yang kompetitif. Dengan harga mulai sekitar Rp151 juta, Wuling menempatkan Starlight 560 sebagai pilihan SUV yang relatif terjangkau namun tetap modern, praktis, dan ramah teknologi.







Komentar