Pekanbaru (Riaunews.com) – Koordinator Pusat Aliansi BEM Riau Bersatu menilai kebijakan parkir gratis di ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret di Kota Pekanbaru merupakan langkah pro rakyat yang patut diapresiasi. Mereka justru menyebut kritik sebagian anggota DPRD terhadap kebijakan tersebut sebagai bentuk kemunafikan politik.
Sorotan mahasiswa muncul menanggapi pernyataan Anggota DPRD Kota Pekanbaru Fraksi NasDem, Zulfan Hafiz, yang menilai kebijakan parkir gratis terkesan diskriminatif dan tidak sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Retribusi Parkir. Koordinator Pusat Aliansi BEM Riau Bersatu, Muhammad Ikhsan Tarigan, menilai kritik tersebut tidak melihat dampak kebijakan secara utuh.
Menurut Ikhsan, penerapan pajak parkir di ritel modern justru akan berujung pada kenaikan harga barang kebutuhan sehari-hari. Beban pajak tersebut, kata dia, pada akhirnya akan ditanggung masyarakat sebagai konsumen. “Kebijakan parkir gratis ini justru membuka ruang bagi kedai kecil dan UMKM untuk bersaing dan berkembang,” ujarnya, Sabtu (17/1/2026).
Ikhsan menilai kebijakan Wali Kota Pekanbaru menunjukkan keberpihakan nyata kepada ekonomi kerakyatan. Ia menyebut langkah tersebut sebagai kebijakan ekonomi-politik yang progresif karena langsung berdampak pada daya beli masyarakat dan penguatan usaha kecil. Sebaliknya, kritik DPRD dinilai lebih bernuansa kepentingan politik dibanding kepentingan publik.
Ia juga menyoroti sikap DPRD yang dianggap inkonsisten. Menurut Ikhsan, jika benar berpegang pada Perda Nomor 1 Tahun 2024, DPRD seharusnya berani mendorong revisi perda tersebut yang menetapkan tarif parkir Rp2.000 untuk sepeda motor dan Rp3.000 untuk mobil. “Di satu sisi bicara parkir gratis, di sisi lain berlindung pada perda yang tidak pro rakyat. Ini bentuk kemunafikan politik,” tegasnya.
Ikhsan menegaskan Aliansi BEM Riau Bersatu akan tetap bersikap objektif terhadap setiap kebijakan pemerintah daerah. “Jika kebijakan merugikan rakyat, kami akan kritisi. Tapi jika kebijakan jelas berpihak pada masyarakat, maka wajib kami dukung. Jangan sampai kepentingan politik justru menghambat kesejahteraan warga Pekanbaru,” tutupnya.
