Pekanbaru (Riaunews.com) – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau mengimbau para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai penyakit ternak di tengah musim hujan dan banjir yang masih melanda sejumlah wilayah.
Kepala Dinas PKH Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan selain Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), ancaman penyakit lain seperti Septicaemia Epizootica (sapi ngorok) dan Jembrana juga berpotensi meningkat akibat cuaca ekstrem. Kondisi lembap dinilai mempercepat penyebaran virus di lingkungan peternakan.
“Musim hujan dan banjir dapat mempercepat penyebaran virus. Kami meminta peternak untuk menjaga kebersihan kandang dan segera melaporkan jika ada ternak yang sakit,” ujar Mimi.
Sebagai langkah pencegahan, Dinas PKH Riau telah melaksanakan vaksinasi ternak di 12 kabupaten/kota serta di Unit Pelaksana Teknis (UPT) milik provinsi. Sepanjang 2025, vaksinasi PMK telah diberikan kepada sekitar 40 ribu hewan ternak di seluruh wilayah Riau, termasuk daerah yang tidak ditemukan kasus PMK.
Berdasarkan data Dinas PKH, selama 2025 tercatat 304 kasus PMK yang terjadi di delapan kabupaten/kota di Riau. Kabupaten Indragiri Hulu menjadi daerah dengan kasus terbanyak, yakni 143 kasus, disusul Kabupaten Siak sebanyak 65 kasus.
Daerah lain yang melaporkan kasus PMK antara lain Kota Dumai dan Kabupaten Rokan Hulu masing-masing 25 kasus, Indragiri Hilir 19 kasus, Kampar 9 kasus, Pelalawan 6 kasus, Kuantan Singingi dan Bengkalis masing-masing 5 kasus, serta Rokan Hilir 1 kasus. Dari ratusan kasus tersebut, satu ekor ternak dilaporkan mati di Kota Dumai.
