Mendagri Tegaskan Sawah Terdampak Banjir Sumatera Tak Dialihfungsikan Jadi Pemukiman

Lingkungan, Nasional105 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menegaskan lahan sawah yang terdampak banjir dan tertutup lumpur tidak akan dialihfungsikan. Pemerintah memastikan lahan tersebut justru dipulihkan dan dimasukkan ke dalam Program Ketahanan Pangan Nasional yang menjadi prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Tito menyampaikan pemulihan lahan dilakukan melalui program optimalisasi lahan yang dikoordinasikan langsung oleh Kementerian Pertanian. Lahan sawah yang tertutup lumpur akan dibersihkan, kemudian didukung kembali dengan sarana produksi pertanian.

“Lahan-lahan sawah yang tertutup lumpur itu masuk dalam program optimalisasi lahan. Akan dibersihkan lumpurnya oleh Kementerian Pertanian dan kemudian diberikan benih, bibit baru, pupuk, irigasi, dan lain-lain,” kata Tito usai Rapat Koordinasi Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera di Kantor Kemendagri, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Ia menegaskan perlindungan lahan pangan merupakan bagian dari agenda strategis pemerintah untuk menjaga kedaulatan pangan nasional. Pemerintah tidak akan mengubah fungsi lahan pertanian yang sudah ada, melainkan mengoptimalkannya kembali agar segera produktif pascabencana.

Selain sawah, pemulihan juga menyasar kebun-kebun produktif yang terdampak bencana, termasuk kebun kopi di dataran tinggi Gayo, Aceh. Wilayah tersebut disebut sebagai salah satu sentra kopi terbesar di Indonesia yang perlu segera dipulihkan untuk menjaga keberlanjutan ekonomi masyarakat.

Tito menambahkan, pemerintah bersama Kementerian ATR/BPN dan Kementerian Pertanian telah sepakat melarang konversi lahan sawah ke fungsi nonpertanian, termasuk di wilayah terdampak bencana. “Dalam tata ruang, lahan sawah tetap lahan sawah dan tidak diubah menjadi fungsi lain,” tegasnya.

Komentar