Baznas Riau Optimalkan Pengumpulan Zakat, Potensi Non-ASN Dinilai Masih Besar

Sosial, Spesial Riau136 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Provinsi Riau terus berupaya mengoptimalkan pengumpulan dana zakat, infak, dan sedekah (ZIS) dari seluruh lapisan masyarakat. Upaya ini dilakukan karena potensi zakat di Provinsi Riau dinilai masih sangat besar namun belum tergarap secara maksimal.

Ketua Baznas Provinsi Riau, H Masriadi Hasan, Lc, MSha, mengatakan sumber utama pengumpulan zakat saat ini masih didominasi oleh Aparatur Sipil Negara (ASN), baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Meski demikian, ia menilai kontribusi zakat dari masyarakat umum dan dunia usaha di luar ASN menunjukkan tren peningkatan yang positif.

Masriadi mengungkapkan, total zakat ASN Pemerintah Provinsi Riau yang berhasil dihimpun sepanjang 2025 mencapai Rp52.538.691.436. Selain zakat profesi ASN, Baznas Riau juga mengumpulkan dana dari zakat maal, infak, sedekah, serta dana sosial keagamaan lainnya.

Untuk meningkatkan perolehan zakat, Baznas Riau mulai menyasar perusahaan-perusahaan di berbagai sektor serta institusi pendidikan. Sosialisasi dilakukan agar masyarakat dan pelaku usaha memahami peran, fungsi, serta program-program Baznas sebagai lembaga resmi pengelola zakat.

Dalam pendistribusian dana, Baznas Riau berkoordinasi dengan Baznas kabupaten/kota melalui berbagai program yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Baznas se-Provinsi Riau. Sinergi ini dilakukan agar penyaluran zakat tepat sasaran dan merata di seluruh wilayah.

Masriadi menegaskan Baznas Riau berkomitmen menjaga amanah masyarakat dengan meningkatkan pelayanan dan transparansi. Dana zakat disalurkan melalui lima program utama, yakni Riau Makmur, Riau Cerdas, Riau Peduli, Riau Sehat, dan Riau Taqwa, yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung pengentasan kemiskinan di Provinsi Riau.

Komentar