Tari Zapin Jadi Penanda Kuat Jati Diri Budaya Melayu Riau

Budaya, Spesial Riau190 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Di tengah arus modernisasi, Tari Zapin tetap bertahan sebagai penanda kuat jati diri budaya Melayu. Tarian ini tidak hanya merepresentasikan seni gerak, tetapi juga menyimpan jejak sejarah, nilai spiritual, serta perjalanan budaya masyarakat Melayu di Nusantara.

Dewan Pimpinan Harian LAM Riau, Datuk Seri Taufik Ikram Jamil, mengatakan Tari Zapin tidak dapat dipisahkan dari sejarah masuk dan berkembangnya Islam di Nusantara. Menurutnya, zapin hadir seiring kedatangan orang-orang Arab ke wilayah Melayu berabad-abad silam dan mulai berkembang di lingkungan Kerajaan Siak.

“Keberadaan tari zapin tidak terpisahkan dari sejarah perkembangan Islam di Nusantara, karena datangnya melalui orang-orang Arab ke kawasan kita,” ujar Datuk Seri Taufik Ikram Jamil di Pekanbaru, Jumat (9/1/2026).

Ia menjelaskan, seiring waktu zapin menyebar dari lingkungan istana ke masyarakat luas dan mengalami proses akulturasi yang kuat. Unsur budaya Arab kemudian berpadu dengan tradisi lokal Melayu, melahirkan ekspresi seni yang khas, sarat makna, serta mengandung nilai Islam dan kearifan lokal.

Sementara itu, Ketua Umum Majelis Kerapatan Adat (MKA) LAM Riau, Datuk Seri H Raja Marjohan Yusuf, menilai zapin lebih dari sekadar pertunjukan seni. Ia menyebut zapin sebagai representasi identitas budaya Melayu yang mencerminkan karakter masyarakatnya. “Gerak zapin yang halus namun tegas menggambarkan watak orang Melayu yang santun, tetapi kuat dalam prinsip,” katanya.

Menurut Raja Marjohan, Tari Zapin juga memiliki peran edukatif sebagai media pembelajaran budaya, sejarah, dan nilai kehidupan. Ia berharap zapin terus dihidupkan di ruang publik, sekolah, sanggar seni, hingga sektor pariwisata agar tetap lestari. “Menjaga zapin berarti menjaga marwah budaya Melayu agar terus hidup dan diwariskan lintas generasi,” pungkasnya.

Komentar