Seoul (Riaunews.com) – Jajaran eksekutif Samsung memperingatkan potensi kenaikan harga ponsel dalam waktu dekat seiring meningkatnya tekanan biaya produksi. Peringatan tersebut disampaikan Co-CEO divisi mobile Samsung, TM Roh, saat berbicara kepada media di ajang pameran teknologi CES 2026, seperti dikutip dari GSM Arena, Kamis (8/1/2026).
TM Roh menyebut kondisi harga saat ini menjadi salah satu yang terberat dalam beberapa tahun terakhir. Ia mengakui penyesuaian harga smartphone kemungkinan sulit dihindari, mengingat beban biaya yang terus meningkat di sepanjang rantai produksi.
Menurut Roh, tekanan biaya tidak hanya berdampak pada lini ponsel, tetapi juga meluas ke berbagai produk elektronik lain, termasuk televisi dan perangkat rumah pintar. Kondisi ekonomi global serta kenaikan harga komponen menjadi faktor utama yang memengaruhi situasi tersebut.
Sementara itu, Kepala Pemasaran Global Samsung Wonjin Lee mengatakan kepada Bloomberg bahwa perusahaan tengah mempertimbangkan penyesuaian harga agar selaras dengan kondisi ekonomi terbaru. Samsung disebut sedang mengkaji opsi penetapan ulang harga ponsel, terutama akibat kenaikan harga komponen penting seperti cip memori.
Di sisi lain, divisi ponsel Samsung juga menghadapi tantangan pasokan cip. Meski masih menjadi produsen cip terbesar dunia pada 2024, Samsung kehilangan posisi teratas di segmen memori pada 2025 setelah tersalip oleh SK Hynix, sehingga kesulitan memperoleh cip dengan harga kompetitif.
Peluncuran seri Galaxy S26 dinilai menjadi momentum krusial bagi Samsung di tengah persaingan ketat industri ponsel global. Dengan Apple kini memimpin pasar dan penjualan iPhone 17 dilaporkan kuat, Samsung disebut mempertimbangkan pembekuan harga Galaxy S26 di sejumlah pasar, sambil tetap mengandalkan kecerdasan buatan sebagai pendorong utama pertumbuhan penjualan.






Komentar