Selatpanjang (Riaunews.com) – Arus penumpang angkutan laut selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 di Pelabuhan Tanjung Harapan, Selatpanjang, terpantau berjalan stabil dan terkendali hingga H+7 atau 2 Januari 2026. Tidak terlihat lonjakan signifikan selama periode libur panjang tersebut.
Berdasarkan data rekapitulasi KSOP Kelas IV Selatpanjang, total pergerakan penumpang tercatat sebanyak 39.488 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 18.731 penumpang tercatat datang, sementara 20.757 penumpang berangkat, menandakan arus balik pasca Tahun Baru mulai mendominasi.
Kepala KSOP Kelas IV Selatpanjang, Derita Adi Prasetyo, S.Si.T, mengatakan pola pergerakan penumpang selama Nataru tahun ini relatif merata dan tidak terpusat pada hari tertentu. Menurutnya, sejak setelah Natal hingga awal Januari, jumlah penumpang cenderung menurun secara bertahap.
Ia menjelaskan, meskipun arus penumpang masih cukup tinggi, kepadatan di pelabuhan maupun di atas kapal tetap berada dalam batas aman. Pengaturan jadwal kapal dan pengawasan keberangkatan dinilai efektif sehingga tidak menimbulkan penumpukan penumpang.
Dari sisi jenis penumpang, pergerakan domestik masih mendominasi lalu lintas angkutan laut di Pelabuhan Selatpanjang. Penumpang domestik mencapai hampir 90 persen dari total pergerakan, sementara penumpang internasional hanya sekitar 10 persen. Rute Tanjung Balai Karimun dan Tanjung Buton tercatat sebagai jalur paling sibuk selama periode Nataru.
Derita menambahkan, puncak arus penumpang terjadi menjelang Hari Raya Natal, khususnya pada H-1 dan Hari H Natal, sebelum melandai hingga awal Januari. Ia memastikan selama periode Nataru 2025/2026 tidak terjadi gangguan keselamatan pelayaran maupun insiden kecelakaan laut, dan kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan pelayanan ke depan.







Komentar