Pemerintah Bidik Amerika dan Eropa sebagai Tujuan Baru Pekerja Migran Indonesia

Nasional220 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Pemerintah mulai membidik Amerika dan Eropa sebagai pasar baru penempatan pekerja migran Indonesia. Langkah ini dilakukan seiring tingginya permintaan tenaga kerja global serta upaya meningkatkan daya saing pekerja migran di negara dengan standar upah dan perlindungan yang lebih baik.

Direktur Jenderal Penempatan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI), Ahnas, mengatakan perluasan negara tujuan menjadi bagian dari strategi jangka menengah dan panjang pemerintah. Selain kawasan tradisional, Indonesia kini aktif menjalin komunikasi dengan negara-negara di Eropa, Amerika, dan Australia untuk membuka peluang penempatan baru.

“Kalau negara yang sekarang kita tuju sudah seluruh dunia sebenarnya. Termasuk yang sedang kita kembangkan adalah Eropa, Amerika, dan Australia. Ini kita coba komunikasi dengan baik di beberapa negara itu,” kata Ahnas, Rabu (24/12/2025).

Menurut Ahnas, pembukaan pasar baru tersebut harus diiringi dengan penyiapan sumber daya manusia yang kompeten. Pemerintah menekankan pentingnya pelatihan dan sertifikasi agar pekerja migran memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja di negara tujuan.

Dari sisi sektor, kebutuhan tenaga kerja di negara-negara tersebut mencakup bidang manufaktur, caregiver, welder, hospitality, hingga pengemudi truk. Pemerintah menyesuaikan program pelatihan agar calon pekerja migran siap bersaing dan terlindungi sebelum diberangkatkan.

Sementara itu, pemerintah mencatat realisasi penempatan pekerja migran sepanjang tahun ini telah mencapai sekitar 96 persen dari target. Pemerintah optimistis perluasan pasar ke Amerika dan Eropa akan membuka peluang penempatan yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja migran Indonesia.