Pakar UWM: Chromebook Dinilai Representasikan Pergeseran Bisnis Teknologi Global

Yogyakarta (Riaunews.com) – Polemik pengadaan laptop pendidikan yang melibatkan brand Chromebook belakangan ini memicu diskusi luas di masyarakat. Namun, di balik kontroversi pengadaannya, terdapat fenomena akademik yang jauh lebih fundamental bagi lanskap ekonomi digital global.

​Antonius Satria Hadi, PhD, Dosen Entrepreneurial Marketing Universitas Widya Mataram (UWM) Yogyakarta, menyoroti bahwa Chromebook merupakan representasi nyata dari pergeseran model bisnis teknologi: dari sekadar penjualan perangkat keras (hardware) menjadi penguasaan aktivitas pengguna melalui ekosistem digital.

Menurut Rio, sapaan akrabnya, jika dianalisis menggunakan Business Model Canvas (BMC), Chromebook menawarkan proposisi nilai yang unik bagi sektor pendidikan dan administratif. Namun, kekuatan utamanya bukan terletak pada spesifikasi fisik, melainkan integrasi mendalam dengan layanan Google.

​“Chromebook adalah pintu masuk. Pengguna secara otomatis terhubung dengan Gmail, Drive, hingga Google Classroom. Semakin sering layanan ini digunakan, semakin besar ketergantungan pengguna terhadap ekosistem tersebut,” jelasnya ketika diwawancara di Sleman, DIY.

Hal yang paling krusial dalam model bisnis ini adalah penerapan ecosystem lock-in. Strategi ini membuat pengguna merasa tidak praktis untuk berpindah ke platform kompetitor karena semua data, pola kolaborasi, dan kebiasaan kerja sudah melekat erat dalam satu sistem.

​“Persaingan bisnis teknologi masa kini bukan lagi soal siapa yang menciptakan produk terbaik, melainkan siapa yang mampu membangun lingkungan digital yang membuat pengguna bertahan paling lama. Chromebook adalah alat untuk mendominasi layanan cloud dan produktivitas digital,” tutupnya.