Jakarta (Riaunews.com) – Anggota Komisi IX DPR RI Neng Eem Marhamah Zulfa meminta pemerintah segera mengambil langkah darurat untuk mengatasi dan mencegah bertambahnya kasus stunting di wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Ia menilai temuan anak stunting di lokasi bencana harus ditangani cepat dan menyeluruh.
Neng Eem menyatakan keprihatinannya atas kondisi anak-anak terdampak bencana yang mengalami stunting. Menurutnya, kasus yang terdata berpotensi hanya sebagian kecil dari kondisi sebenarnya di lapangan sehingga pemerintah perlu bergerak lebih agresif.
Ia menegaskan stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan jangka pendek, tetapi juga memengaruhi tumbuh kembang anak, tingkat kecerdasan, serta kualitas sumber daya manusia di masa depan. Padahal, pemerintah tengah menargetkan penurunan angka stunting secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan.
Neng Eem mengingatkan anak-anak menjadi kelompok paling rentan dalam situasi bencana. Karena itu, pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya gizi bayi dan balita di pengungsian, harus menjadi prioritas utama dan tidak bisa disamakan dengan kebutuhan orang dewasa.
Selain bantuan pangan bergizi, ia mendorong penguatan layanan kesehatan anak di lokasi pengungsian. Langkah tersebut meliputi pemantauan status gizi secara rutin, pendampingan bagi ibu, serta ketersediaan tenaga medis dan ahli gizi.
Ia menekankan penanganan stunting dalam situasi bencana harus dilakukan secara terpadu. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mencatat sedikitnya 13 anak mengalami stunting pascabencana banjir dan longsor di Sumatera, yang menjadi peringatan serius bagi pemerintah untuk segera bertindak demi melindungi masa depan anak-anak.
