Pekanbaru (Riaunews.com) – Panjangnya antrean solar di sejumlah SPBU di jalur Lintas Sumatera kembali menjadi sorotan setelah curhatan seorang sopir bus viral di media sosial. Dalam video yang beredar, sopir tersebut mengungkapkan kesulitannya mendapatkan solar bersubsidi yang berdampak langsung terhadap jadwal kerja dan penghasilannya.
Dengan nada penuh harap, ia mengaku doa yang biasanya dipanjatkan kini berubah. Ia tidak lagi berdoa meminta rezeki atau umur panjang, melainkan berharap distribusi solar di jalur Lintas Sumatera kembali lancar.
“Dikala saya salat dan sembahyang, doa saya bukan lagi minta rezeki dan umur panjang. Tapi, Ya Allah, berilah kelancaran solar di Lintas Sumatera ini,” ucapnya dalam video yang viral di berbagai platform media sosial, Selasa (16/6/2026).
Antrean Ganggu Jadwal Perjalanan dan Pendapatan Sopir
Dalam video tersebut, sopir bus itu juga menyinggung dugaan adanya praktik mafia minyak yang dinilai turut memperparah persoalan distribusi bahan bakar di lapangan. Ia berharap pihak-pihak yang terlibat dapat menghentikan praktik yang merugikan masyarakat.
Menurutnya, antrean panjang membuat jadwal perjalanan menjadi molor sehingga berdampak pada keterlambatan kepulangan dan penerimaan gaji para sopir.
Keluhan tersebut mendapat simpati luas dari warganet. Banyak yang menilai persoalan antrean solar tidak hanya membebani para sopir bus dan truk, tetapi juga berpotensi mengganggu distribusi barang serta mobilitas masyarakat di berbagai daerah.
Belakangan ini, antrean kendaraan diesel di sejumlah SPBU sepanjang jalur Lintas Sumatera memang menjadi perhatian publik. Barisan kendaraan yang mengular hingga ke badan jalan kerap memicu kemacetan dan mengganggu aktivitas pengguna jalan lainnya.
