Jakarta (Riaunews.com) – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan sebanyak 72 orang meninggal dunia akibat banjir dan longsor yang melanda Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar). Data tersebut bersifat sementara dan diperkirakan masih akan bertambah seiring proses pencarian dan pendataan korban yang masih berlangsung hingga Jumat (28/11/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperbarui data korban. Ia menyebut sejumlah daerah masih mengalami kendala dalam pelaporan akibat jaringan komunikasi yang terganggu pascabencana.
Di Aceh, laporan sementara berasal dari Kabupaten Bener Meriah dan Gayo Lues. BNPB mencatat lima orang meninggal dunia dan sembilan hilang di Bener Meriah, serta satu orang meninggal dan dua lainnya hilang di Gayo Lues. Proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan.
Sementara di Provinsi Sumatera Utara, korban terbanyak tercatat di Kabupaten Tapanuli Tengah sebanyak 34 orang meninggal dunia dan 33 orang masih hilang. Selain itu, di Tapanuli Selatan terdapat 13 korban meninggal dan tiga hilang. Laporan lain menyebut satu korban meninggal di Pakpak Barat, tiga meninggal dan lima hilang di Tapanuli Utara, serta empat korban meninggal di Humbang Hasundutan.
Dari Provinsi Sumatera Barat, BNPB menerima laporan empat korban meninggal di Kota Padang dan lima korban meninggal di Kabupaten Padang Pariaman. Tim SAR masih melakukan pencarian di beberapa titik banjir bandang dan lokasi longsor yang sulit dijangkau.
BNPB memastikan operasi pencarian, evakuasi, dan pendataan korban terus dilakukan. Pemerintah pusat juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk percepatan penanganan darurat, penyediaan kebutuhan dasar, serta pemulihan akses yang terdampak bencana.







Komentar