Gencatan Senjata Gaza Makin Rapuh, Serangan Udara Israel Tewaskan Lima Warga

Internasional154 Dilihat

Gaza (Riaunews.com) – Serangan udara Israel di Khan Younis, Jalur Gaza selatan, Kamis (20/11/2025), menewaskan lima warga Palestina dan melukai 18 orang. Insiden ini terjadi di tengah gencatan senjata yang semakin rapuh setelah hampir enam pekan berlangsung, dengan kedua pihak saling menuduh melakukan pelanggaran.

Petugas medis melaporkan sebuah serangan menghantam rumah warga di Bani Suhaila, menewaskan tiga orang termasuk seorang bayi perempuan serta melukai 15 lainnya. Serangan terpisah di Abassan menewaskan seorang pria dan melukai tiga orang. Militer Israel mengonfirmasi serangan tersebut namun mengklaim tidak mengetahui adanya korban jiwa. Beberapa jam kemudian, Rumah Sakit Nasser menyebut satu korban tambahan tewas akibat tembakan Israel di Abassan.

Ketegangan meningkat setelah Israel mengaku menyerang berbagai sasaran di Gaza sebagai respons terhadap tembakan kelompok militan Palestina pada Rabu (19/11/2025). Sedikitnya 25 warga Palestina dilaporkan tewas pada hari itu, jumlah tertinggi sejak 29 Oktober 2025. Hamas mengecam eskalasi tersebut dan meminta mediator internasional—termasuk negara Arab, Turki, hingga Amerika Serikat—untuk menahan laju kekerasan.

Di lapangan, warga melaporkan perubahan penanda zona yang masih dikuasai Israel. Di Shejaia, barikade kuning disebut bergeser sekitar 100 meter ke arah barat, sementara di Zeitoun sebuah bangunan yang menampung keluarga pengungsi hancur akibat serangan, menewaskan sedikitnya 10 orang. Warga mempertanyakan efektivitas gencatan senjata di tengah serangan yang terus terjadi.

Sejak gencatan senjata dimulai 10 Oktober 2025, sebagian warga Palestina telah kembali ke reruntuhan rumah mereka dan bantuan kemanusiaan meningkat. Namun kekerasan sporadis terus berlangsung. Otoritas kesehatan Palestina mencatat 312 warga tewas sejak gencatan dimulai, sementara Israel menyebut tiga tentaranya turut tewas dalam periode yang sama.

Di bawah kesepakatan gencatan senjata, Hamas telah membebaskan seluruh 20 sandera yang masih hidup dengan imbalan hampir 2.000 tahanan Palestina. Hamas juga menyerahkan 28 jenazah sandera sebagai bagian dari pertukaran dengan 360 jenazah militan Palestina. Hingga kini, 25 jenazah sandera dan 330 jenazah warga Palestina telah dikembalikan oleh kedua pihak.

Komentar