San Marino (Riaunews.com) – Pembalap penguji Yamaha, Augusto Fernandez, mengungkapkan bahwa motor prototipe bermesin V4 milik pabrikan asal Jepang tersebut belum menunjukkan kemajuan berarti sejak debutnya di MotoGP San Marino bulan lalu.
Motor itu kembali tampil di Grand Prix Malaysia, namun Fernandez menilai tidak ada peningkatan daya saing yang signifikan. “Kami memulai akhir pekan dengan lebih buruk daripada saat finis di Misano. Kami harus memulai lagi untuk menemukan arah yang tepat,” ujar Fernandez seusai balapan di Sirkuit Sepang, Jumat (31/10/2025).
Fernandez yang menempati posisi terakhir di grid dengan selisih 2,381 detik dari Francesco Bagnaia, mengaku Yamaha masih bermain aman dengan konfigurasi mesin V4 tersebut. “Satu-satunya hal positif adalah kami berada di titik yang sama seperti saat finis di Misano,” katanya.
Ketika ditanya apakah motor V4 itu bisa kompetitif untuk seri pembuka MotoGP 2026 di Thailand, Fernandez menjawab ragu. “Tidak juga, tidak juga. Mungkin setelah Valencia saya bisa jawab lebih pasti,” ucapnya.
Meski begitu, pembalap asal Spanyol itu optimistis tim kini memiliki arah pengembangan yang jelas. “Kami tahu masalahnya masih sama seperti di Misano, tapi itu hal positif. Setidaknya kami tahu arah yang harus diikuti untuk tes berikutnya di Valencia,” katanya.
Fernandez juga menyinggung kelemahan utama motor V4 Yamaha, yakni keseimbangan dan tenaga mesin. “Kami butuh lebih banyak tenaga dan keseimbangan motor yang lebih baik. Saat ini kami masih belum seimbang,” ungkapnya.
Dengan tes Valencia yang dijadwalkan tiga pekan lagi, Yamaha akan melanjutkan pengujian V4 secara tertutup. “Masalahnya hanya waktu. Kami harus mempercepat pengembangan, tapi hal baiknya arah kami sekarang sudah jelas,” pungkas Fernandez.







Komentar