Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru terus memperkuat langkah penanggulangan HIV/AIDS melalui berbagai strategi dan kolaborasi lintas sektor. Langkah ini dilakukan untuk menekan angka kasus HIV/AIDS yang terus meningkat dalam dua tahun terakhir.
Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, mengatakan penyakit AIDS merupakan salah satu penyakit paling berbahaya karena menyerang sistem imun tubuh. Ia menegaskan, meningkatnya kasus HIV/AIDS harus menjadi perhatian serius bagi semua pihak. “Virus HIV merusak sistem pertahanan tubuh, sehingga kemampuan seseorang untuk melawan penyakit menjadi berkurang,” ujarnya saat mengukuhkan Pengurus Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Pekanbaru di Aula Lantai III MPP Pekanbaru, Selasa (28/10).
Agung menjelaskan, KPA Pekanbaru memiliki peran penting dalam mengoordinasikan upaya pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Ia menekankan pentingnya semangat kebersamaan, integritas, dan komitmen yang kuat agar KPA dapat menjalankan fungsinya secara optimal. “Meluasnya HIV/AIDS berdampak buruk terhadap pembangunan, bukan hanya di bidang kesehatan tetapi juga sosial, ekonomi, budaya, dan agama,” katanya.
Berdasarkan data Pemkot Pekanbaru, jumlah kasus HIV meningkat dari 408 kasus pada 2023 menjadi 474 kasus di 2024. Sementara itu, kasus AIDS juga naik dari 165 kasus pada 2023 menjadi 174 kasus di tahun berikutnya. Agung menyebutkan, penularan tidak hanya terjadi di kalangan remaja, tetapi juga dewasa akibat rendahnya kesadaran terhadap norma, hukum, dan bahaya perilaku berisiko.
Untuk menekan angka tersebut, Pemkot melalui Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) akan menyusun strategi berbasis Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2007 tentang Pemberdayaan Masyarakat dalam Penanggulangan HIV/AIDS di Daerah. Salah satu langkah utama adalah memperluas edukasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat, terutama kelompok berisiko tinggi.
“Kami berharap KPA Pekanbaru dapat menjadi garda terdepan dalam upaya pencegahan HIV/AIDS di kota ini. Momentum ini harus menjadi awal bagi KPA untuk lebih berperan aktif dan menunjukkan eksistensinya di tengah masyarakat,” pungkas Agung.
