Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Kesehatan mencatat sebanyak 11.336 kasus Human Immunodeficiency Virus (HIV) sejak 1997 hingga 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 6.990 orang masih hidup, sementara 4.480 kasus telah memasuki stadium AIDS.
Kepala Dinas Kesehatan Riau, Zulkifli, mengatakan tren kasus HIV di Riau terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.
“Sejak tahun 1997 ditemukan 11.336 kasus dengan 6.990 orang masih hidup. Kasus yang memasuki stadium AIDS sebanyak 4.480 orang,” ujarnya.
Tren Kasus Terus Meningkat
Zulkifli menjelaskan, peningkatan kasus terlihat signifikan dalam dua dekade terakhir. Pada periode 1997–2005 tercatat 85 kasus, kemudian terus meningkat hingga mencapai 1.051 kasus pada tahun 2025.
Dalam beberapa tahun terakhir, lonjakan cukup terlihat, seperti pada 2022 sebanyak 835 kasus, 2023 mencapai 1.001 kasus, dan 2024 sebanyak 1.006 kasus.
Sebaran Kasus di Riau
Kasus HIV ditemukan di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Riau. Namun, Kota Pekanbaru mencatat angka tertinggi dengan persentase 58,20 persen atau setara 6.598 kasus.
Selain Pekanbaru, kasus cukup tinggi juga ditemukan di sejumlah daerah lain seperti Kabupaten Bengkalis (951 kasus), Kota Dumai (855 kasus), Pelalawan (596 kasus), Rokan Hilir (556 kasus), dan Indragiri Hilir (477 kasus).
Sementara itu, daerah lainnya mencatat angka yang lebih rendah, yakni Siak (327 kasus), Rokan Hulu (265 kasus), Kepulauan Meranti (223 kasus), Indragiri Hulu (213 kasus), Kampar (170 kasus), dan Kuantan Singingi (105 kasus).
