Mensos Tegaskan Tak Akan Paksa Siswa Sekolah Rakyat yang Mengundurkan Diri

Nasional, Pendidikan231 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan pihaknya tidak akan memaksa siswa Sekolah Rakyat yang memilih mengundurkan diri untuk kembali bersekolah. Ia menyebut, tidak semua peserta didik mampu beradaptasi dengan sistem pembelajaran dan pola hidup berasrama yang diterapkan di Sekolah Rakyat.

Menurut Gus Ipul, bagi siswa yang memutuskan keluar, pihak Kementerian Sosial tetap akan berupaya melakukan pendekatan terlebih dahulu. “Pendamping PKH akan mendatangi rumah, berdialog, dan memastikan datanya sesuai fakta. Setelah itu, orang tua menandatangani kesediaan anaknya untuk sekolah di Sekolah Rakyat,” ujar Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat Tangerang Selatan, Senin (20/10/2025).

Ia menjelaskan, sebelum diterima, setiap calon siswa melewati proses assessment berlapis. Data calon siswa dikonfirmasi oleh Dinas Sosial setempat, lalu disetujui oleh pemerintah daerah sebelum diajukan ke Kementerian Sosial. “Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum. Semua berdasarkan data penerima manfaat yang sudah diverifikasi,” jelasnya.

Gus Ipul mengakui, sebagian siswa belum terbiasa dengan sistem asrama. Ada yang pulang karena tidak betah, namun sebagian kembali setelah diberikan waktu penyesuaian selama dua minggu. “Kalau dua minggu tetap tidak bersedia, kami tidak bisa memaksa. Akan diganti oleh siswa lain karena banyak yang antre, dan semua dijamin negara,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membenarkan adanya siswa yang mengundurkan diri dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 33 Serpong, Tangerang Selatan. “Awalnya ada 150 siswa, sekarang tersisa 138 orang setelah tiga bulan berjalan,” ujarnya.

Teddy menambahkan, program Sekolah Rakyat merupakan inisiatif Presiden Prabowo Subianto untuk membuka akses pendidikan bagi anak dari keluarga kurang mampu. “Tahun ini sudah ada 165 Sekolah Rakyat yang beroperasi di seluruh Indonesia,” kata Teddy. Diketahui, sembilan siswa Sekolah Rakyat di Serpong Utara, Tangerang Selatan, memilih mengundurkan diri tanpa keterangan jelas.

Komentar