Dinsos Pekanbaru Temukan Dugaan Eksploitasi Anak dalam Operasi Penertiban Pengemis

Pekanbaru, Sosial321 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Operasi Aman Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (P2KS) 2025 di Kota Pekanbaru mengungkap fakta memprihatinkan. Sejumlah anak ditemukan ikut mengemis di jalanan, baik bersama orang tua maupun sendirian di persimpangan lampu merah.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Pekanbaru, Zulfahmi Adrian, mengatakan operasi gabungan yang sudah berlangsung selama tiga hari terakhir berhasil menjangkau 19 anak dari total 105 orang yang terjaring. Operasi ini melibatkan Satpol PP, Dishub, TNI, dan Kepolisian.

“Kalau ada yang mengkoordinir, atau ada yang menyewakan anak, tentu bakal kita ambil tindakan tegas,” ujar Zulfahmi, Senin (20/10/2025). Ia menduga adanya oknum yang dengan sengaja menyewa anak-anak untuk mengemis dan menarik belas kasihan pengguna jalan.

Dinsos bersama aparat keamanan kini tengah menelusuri dugaan tersebut untuk mengungkap pihak yang bertanggung jawab. “Ini akan jadi target kami ke depan, bersama aparat kepolisian, untuk menjangkau koordinatornya,” jelasnya.

Zulfahmi menegaskan, praktik eksploitasi anak untuk mengemis termasuk pelanggaran hukum dan dapat dijerat pidana jika terbukti. “Bisa saja nanti pelakunya kena pidana kalau memang terbukti dia menyewakan anak-anak untuk mengemis,” tegasnya.

Selain anak-anak dan pengemis, tim juga menjangkau sejumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dalam operasi ini. Mereka direncanakan akan dirujuk ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Tampan Pekanbaru untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.