PHR Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Batik Binaan di Hari Batik Nasional

Mitra302 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) Regional 1 Sumatera memperingati Hari Batik Nasional dengan cara berbeda. Perusahaan energi ini tidak hanya merayakan warisan budaya, tetapi juga memberdayakan masyarakat lewat program batik binaan yang tersebar di berbagai zona operasi.

Di Zona Rokan, PHR membina Batik Mandau yang dikerjakan ibu-ibu PKK Kecamatan Mandau bersama Politeknik Bengkalis. Batik ini menampilkan motif khas Melayu seperti pucuk rebung, bunga melati, daun duri, hingga bolu kemojo, serta menyertakan lambang “Bermasa” yang menjadi tagline Kabupaten Bengkalis.

Zona 1 menghadirkan program Batik Lapas di Lapas Perempuan Kelas IIB Jambi dengan kelompok Batik Kejora. PHR membina warga binaan untuk mengasah keterampilan membatik agar mereka bisa memiliki bekal hidup setelah bebas. Batik karya mereka bahkan sudah mendapatkan hak cipta untuk sembilan motif, termasuk motif pian puan dan motif korona.

Sementara di Zona 4, PHR mendukung Rumah Kreatif Boek Khaman di Desa Lubuk Raman, Sumatera Selatan. Batik Khaman yang lahir dari kreasi karang taruna ini menampilkan motif Buah Khaman dan Kapak Beliung, simbol sejarah desa setempat yang kini diwujudkan dalam karya seni bernilai ekonomi.

Corporate Secretary PHR Regional 1 Sumatera, Eviyanti Rofraida, menegaskan bahwa program batik binaan merupakan bukti nyata komitmen sosial perusahaan. “Kami tidak hanya merayakan Hari Batik Nasional, tetapi juga membuktikan bahwa program tanggung jawab sosial dapat menciptakan kemandirian ekonomi, serta memastikan budaya terus hidup dan memberdayakan masyarakat,” ujarnya.

Melalui Batik Mandau, Batik Khaman, dan Batik Lapas, PHR membuktikan bahwa kepedulian sosial dapat terajut dalam sehelai kain. Program ini tidak hanya menjaga warisan budaya, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif, mengubah stigma, dan memperkuat identitas lokal masyarakat di Sumatera.

Komentar