Kemendag Didesak Stop Impor Food Tray untuk MBG dari China

Nasional, Utama374 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) – Kementerian Perdagangan (Kemendag) didesak segera melakukan moratorium atau penghentian izin impor food tray (omprengan/nampan) untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Desakan ini muncul setelah adanya temuan dugaan penggunaan kandungan minyak babi pada pelumas nampan yang dipakai pelajar dan ibu hamil penerima program MBG.

Ketua RMI-NU DKI Jakarta, Rakhmad Zailani Kiki, menyebut dugaan tersebut menimbulkan kekhawatiran dari sisi kehalalan dan kelayakan produk. “Berharap pemerintah melakukan moratorium, menghentikan impor food tray yang memang bermasalah dari sisi kehalalan dan thayyiban,” ujarnya, Kamis (18/9/2025).

Temuan ini bermula dari kunjungan Wakil Sekretaris RMI-NU DKI, Ustaz Wafa Riansah, ke salah satu pabrikan food tray di China. Dari sana, ia membawa sampel pelumas yang digunakan dalam proses produksi nampan untuk diuji di Indonesia. Namun, karena keterbatasan peralatan laboratorium, pengujian dilakukan kembali di China dan hasilnya menunjukkan adanya kandungan minyak babi.

Menurut RMI-NU DKI, hasil uji laboratorium tersebut telah disampaikan kepada sejumlah pihak berwenang, namun hingga kini belum ada tanggapan resmi. Mereka menekankan bahwa sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Indonesia berkewajiban memastikan produk yang digunakan masyarakat, terutama dalam program pemerintah, harus halal dan sesuai standar.

“Ini bukan soal persaingan bisnis lokal dengan importir. Namun yang kami permasalahkan adalah kualitas produk food tray yang sekarang digunakan. Ternyata tidak halal karena adanya kandungan minyak babi, dan tidak memenuhi standar food grade atau thayyib,” tegas Rakhmad.

RMI-NU DKI meminta pemerintah segera mengambil langkah pencegahan dengan melakukan moratorium impor food tray dari China hingga persoalan ini jelas. Mereka juga dijadwalkan menggelar audiensi dengan Kemendag pada Kamis (18/9/2025) untuk menyampaikan secara langsung temuan dan tuntutan tersebut.