Jakarta (Riaunews.com) – Rentetan ketagangan sosial politik di Jakarta hingga memicu timbulnya gelombang aksi demo besar besara yang juga diikuti sejumlah daerah di Indonesia, berimbas kepada nilai tukar Rupiah terhadap USD.
Nilai tukar rupiah ditutup melemah 147 poin ke posisi Rp16.499 per dolar AS pada perdagangan Jumat (29/08/2025), dari sebelumnya Rp16.352.
Dari wawancara Liputan6, pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipicu sentimen internal berupa memanasnya kondisi sosial politik pasca aksi demonstrasi. “Rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang 16.490–16.520,” jelasnya.
Ia menambahkan, ketegangan publik semakin meningkat setelah isu tunjangan perumahan DPR mencuat di tengah kemarahan masyarakat. “Kabar adanya korban jiwa membuat kondisi demonstrasi semakin tereskalasi dan menekan pasar,” ujarnya.
Sementara itu, Mengutip data RTI, indeks LQ45 terpangkas 1,78% ke posisi 797,11. Seluruh indeks saham acuan ikut tertekan. IHSG sempat bergerak di level tertinggi 7.913,86 dan terendah 7.765,59. Sebanyak 610 saham melemah, 122 saham menguat, dan 70 stagnan.
Total frekuensi perdagangan mencapai 2,5 juta kali dengan volume transaksi 51,6 miliar saham dan nilai harian Rp22,8 triliun. Posisi dolar AS terhadap rupiah tercatat di kisaran Rp16.451.
Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, menilai pelemahan rupiah dipicu sentimen internal berupa memanasnya kondisi sosial politik usai insiden demonstrasi. “Kabar adanya korban jiwa membuat kondisi demonstrasi semakin tereskalasi dan menekan pasar,” jelasnya.
Sementara itu, saham PT Ciputra Development Tbk (CTRA) ikut tertekan. Harga saham CTRA ditutup turun 4,25% ke Rp1.015 per saham, setelah bergerak di rentang Rp990–1.060. Total frekuensi perdagangan tercatat 9.774 kali dengan volume 805.782 saham dan nilai transaksi Rp81,9 miliar.







Komentar