Demo Tolak Kenaikan PBB di Bone Ricuh, Pemkab Putuskan Tunda Kebijakan

Daerah443 Dilihat

Bone (Riaunews.com) – Aksi unjuk rasa menolak kenaikan tarif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berakhir ricuh pada Selasa (19/8/2025) malam. Bentrokan di depan kantor Bupati Bone itu membuat empat anggota Satpol PP dan satu polisi luka di bagian kepala akibat lemparan batu.

Kericuhan terjadi ketika dialog antara massa aksi dan pemerintah daerah tidak mencapai kesepakatan. Massa merangsek barisan aparat lalu melempari batu, sehingga polisi membalas dengan tembakan gas air mata. Menurut laporan Beritasatu.com, aparat mengevakuasi korban luka dalam kondisi berlumuran darah, sementara pasukan pengamanan tetap bertahan dengan tameng dan berulang kali menembakkan gas air mata untuk memukul mundur massa.

Protes massa dipicu isu kenaikan PBB-P2 hingga 300 persen. Namun, Pemerintah Kabupaten Bone menegaskan rencana kenaikan hanya sebesar 65 persen, bukan 300 persen seperti yang berkembang. Menyikapi kericuhan, Pemkab Bone memutuskan menunda penerapan kenaikan tarif PBB-P2 untuk dilakukan evaluasi menyeluruh.

“Kami sudah berkomunikasi dengan berbagai pihak dan pimpinan memutuskan menunda serta mengevaluasi secara total rencana kenaikan ini,” kata Pj Sekda Bone, Andi Saharuddin. Ia berharap keputusan tersebut meredam ketegangan sekaligus menjadi pembelajaran agar masyarakat tidak mudah terprovokasi. Hingga malam, massa aksi telah mundur ke posko mereka, sementara aparat masih bersiaga di sekitar kantor bupati.

Komentar