Pengusaha China Bidik Indonesia Usai Tarif Impor AS Naik

Jakarta (Riaunews.com) – Sejumlah pengusaha asal China mulai membidik Indonesia sebagai lokasi pabrik baru setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan kenaikan tarif impor lebih dari 30 persen. Lonjakan minat tersebut diungkapkan Gao Xiayou, bos perusahaan konsultan lahan industri PT Yard Zeal Indonesia.

“Kami cukup sibuk akhir-akhir ini. Kami rapat dari pagi hingga malam,” kata Gao kepada Reuters, Minggu (17/8/2025). Menurutnya, pasar besar menjadi salah satu daya tarik utama Indonesia. Hal serupa disampaikan Kepala Layanan Industri dan Logistik Colliers International Indonesia, Rivan Munansa, yang menyebut hampir setiap hari menerima permintaan lahan industri dari investor asal China.

Salah satu kawasan yang paling diminati adalah Subang Smartpolitan, Jawa Barat. Abednego Purnomo, Wakil Presiden Bidang Penjualan, Pemasaran, dan Hubungan Penyewa Suryacipta Swadaya, mengaku pihaknya kebanjiran pertanyaan dari calon investor.

“Telepon, email, dan WeChat kami langsung dipenuhi pelanggan baru, agen yang ingin memperkenalkan klien. Kebetulan, semuanya dari China,” ujarnya. Investor yang tertarik berasal dari berbagai sektor, mulai dari mainan, tekstil, hingga kendaraan listrik.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P Roeslani menegaskan pemerintah berkomitmen meningkatkan realisasi investasi. “Kita mencoba terus memperbaiki iklim investasi. Salah satunya melalui PP 28 Tahun 2025 yang disusun untuk menjawab tiga tantangan utama investasi,” kata Rosan melalui kanal YouTube BKPM, Senin (18/7/2025).

Komentar