Rektor Unhan RI: Mahasiswa baru harus siap hadapi perang dalam damai

Militer329 Dilihat

Bogor (RiauNews.com) – Rektor Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan RI), Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho, M.M.D.S., M.A., mengingatkan mahasiswa baru bahwa dunia saat ini berada dalam bayang-bayang ketegangan global. Dalam pengarahan perdana tahun akademik 2025/2026 yang digelar secara hybrid, ia menegaskan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi berbagai bentuk perang modern, bahkan di tengah kondisi damai.

“Dunia ini kalau tidak damai, ya perang. Dalam posisi damai pun kita harus siap menghadapi perang,” ujar Rektor Unhan RI di hadapan 1.216 mahasiswa baru dari berbagai jenjang, mulai dari Diploma hingga Doktoral, termasuk mahasiswa internasional dari Palestina, Tiongkok, Korea Selatan, Nigeria, Filipina, dan Laos.

Menurutnya, Unhan RI hadir sebagai benteng pertahanan intelektual yang membekali mahasiswa menjadi pemikir strategis, pelaksana kebijakan, dan pelindung masa depan bangsa. “Unhan adalah melting point antara sipil dan militer. Di sini kita membangun sinergi strategis, bukan sekadar gelar,” tegasnya.

Pengarahan ini turut membangun visi Unhan sebagai World Class Defense University yang tidak hanya unggul di ranah nasional, tetapi juga mampu bersaing di forum global. Letjen Anton menekankan pentingnya karakter kebangsaan dalam setiap upaya akademik dan profesional.

Dalam pengalamannya menempuh studi di Amerika Serikat dan Australia, Rektor Anton menekankan nilai integritas dan kemandirian. “Mengerjakan tugas sendiri adalah kehormatan. Bukan hanya demi nilai, tetapi demi harga diri sebagai insan akademik,” katanya.

Ia juga mendorong mahasiswa untuk aktif membaca, berdiskusi, dan menghasilkan karya ilmiah yang mampu memberi kontribusi strategis bagi kebijakan pertahanan negara. Literatur seperti Politics Among Nations karya Hans Morgenthau dan The Red Badge of Courage disebutnya sebagai referensi penting dalam membentuk wawasan geopolitik dan ketahanan moral.

“Jangan tanya apa yang negara berikan padamu. Tanyakan apa yang bisa kamu berikan pada negara,” tegasnya. Ia menutup pengarahan dengan seruan motivatif: “Mulai hari ini, banggalah. Kalian bukan sekadar mahasiswa. Kalian adalah pemimpin strategis masa depan Indonesia.”

Komentar