Musim libur, harga tiket Air Asia Pekanbaru – Kuala Lumpur melonjak drastis

Utama1120 Dilihat
ilustrasi

Pekanbaru (RiauNews.com) – Setiap musim liburan sekolah tiba, lalu lintas udara antara kota-kota besar di Asia Tenggara meningkat secara signifikan. Salah satu rute yang mengalami lonjakan permintaan adalah penerbangan dari Pekanbaru (PKU) ke Kuala Lumpur (KUL), yang menjadi favorit bagi wisatawan, pekerja migran, hingga pelajar. Pada liburan sekolah tahun 2025, harga tiket AirAsia di rute ini mengalami kenaikan drastis, mencerminkan pola tahunan yang terus berulang. Esai ini akan menganalisis penyebab utama kenaikan harga tersebut serta memberikan strategi bagi konsumen dalam merencanakan perjalanan lebih efisien.

Lonjakan harga tiket terutama terjadi pada bulan Juni hingga Agustus 2025, bertepatan dengan libur akhir tahun ajaran sekolah di Indonesia dan Malaysia. Berdasarkan penelusuran dari berbagai platform perjalanan seperti Traveloka, Skyscanner, dan situs resmi AirAsia, tarif satu arah yang biasanya berada di kisaran RM 90–110 (Rp 300.000–370.000) melonjak menjadi RM 180–225 (Rp 600.000–750.000). Kenaikan ini terjadi secara progresif sejak pertengahan Juni dan mencapai puncaknya pada minggu-minggu pertama Juli.

Dari pantauan RiauNews.com melalui sejumlah platform penjualan tiketing, harga terendah untuk penjualan per 30 Juni 2025, Air Asia membandrol mulai dari Rp 763.224 hingga  Rp 1.847.418

Fenomena ini bukan semata-mata akibat permainan harga sepihak oleh maskapai. Dalam sistem penetapan harga dinamis (dynamic pricing), tarif ditentukan oleh permintaan aktual yang terus berubah. Ketika permintaan tinggi melebihi kapasitas kursi, sistem otomatis menaikkan harga untuk mengatur distribusi penumpang dan memaksimalkan keuntungan.

Masalah lain yang memperparah kenaikan harga adalah pola kebiasaan konsumen yang sering membeli tiket secara mendadak. Banyak penumpang Indonesia yang membeli tiket dalam rentang waktu kurang dari dua minggu sebelum keberangkatan. Padahal, data dari Skyscanner menunjukkan bahwa waktu terbaik untuk memesan tiket murah adalah 40–60 hari sebelum keberangkatan. Konsumen yang tidak merencanakan liburannya lebih awal pada akhirnya hanya mendapatkan sisa kursi dengan harga tertinggi.

AirAsia sebenarnya cukup konsisten menawarkan tiket promo sejak jauh hari. Misalnya, pada April 2025, mereka meluncurkan kampanye tiket promosi seharga mulai dari RM 39–75 untuk rute-rute regional, termasuk Pekanbaru–Kuala Lumpur. Namun, tiket-tiket ini cepat habis diborong oleh wisatawan yang memiliki akses informasi dan perencanaan lebih awal.

Konsumen yang tidak tanggap terhadap promo ini akan mengalami kesulitan menemukan harga murah menjelang musim puncak. Bahkan, dengan tingginya permintaan, harga tiket AirAsia bisa bersaing dengan maskapai full-service seperti Malaysia Airlines atau Batik Air yang menyediakan layanan bagasi dan makan.

Kenaikan harga tiket ini turut berdampak pada keluarga menengah ke bawah yang ingin berlibur atau mengunjungi kerabat di Malaysia. Beberapa calon penumpang bahkan memilih untuk menunda keberangkatan atau mencari alternatif darat seperti perjalanan lintas batas dari Dumai atau Batam, meskipun proses ini lebih rumit dan memakan waktu.

Sebagian lain memanfaatkan opsi transit melalui kota besar seperti Jakarta atau Medan untuk menekan biaya, meskipun efisiensi waktu dan kenyamanan jadi taruhan. Ini menunjukkan bahwa selain soal harga, faktor kenyamanan dan waktu juga menjadi pertimbangan penting dalam keputusan konsumen.

Fenomena kenaikan harga tiket AirAsia dari Pekanbaru ke Kuala Lumpur selama musim libur sekolah 2025 adalah cerminan dari mekanisme pasar yang dipicu oleh lonjakan permintaan. Meskipun kenaikan ini terasa memberatkan, namun masih dapat diantisipasi dengan perencanaan perjalanan yang lebih baik. Strategi seperti memesan tiket 40 hari sebelumnya, memanfaatkan promo musiman, serta menggunakan fitur price alert dari aplikasi perjalanan bisa membantu konsumen mendapatkan harga yang lebih rasional.

Bagi maskapai, transparansi dalam sistem penetapan harga dan penyediaan informasi promo yang mudah diakses akan meningkatkan loyalitas pelanggan. Sementara itu, bagi konsumen, kesiapan merencanakan perjalanan sejak dini adalah kunci untuk menikmati penerbangan murah di tengah kompetisi musim liburan yang kian padat.

Komentar