Prabowo Panggil Menteri Bahas Kesiapan Penyelenggaraan Sekolah Rakyat

Utama1440 Dilihat
Rapat terbatas pada di kediaman Presiden Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, Senin (23/06/2025). Foto: BPMI Setpres

Bogor (RiauNews.com) – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memanggil sejumlah menteri untuk membahas secara menyeluruh kesiapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat yang direncanakan dimulai pada tahun ajaran 2025–2026. Rapat terbatas ini digelar di kediaman pribadi Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat,  Senin kemarin (23/6/2025).

Rapat tersebut berlangsung sesaat setelah pertemuan terbatas sebelumnya yang membahas percepatan pembangunan Sekolah Garuda.

“Selain rapat terbatas untuk membahas percepatan pembangunan Sekolah Garuda, Presiden Prabowo Subianto juga menggelar rapat terbatas bersama Menteri Sosial, Bapak Saifullah Yusuf, beserta jajaran terkait untuk membahas perkembangan pembangunan Sekolah Rakyat,” ujar Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis.

Menurut Teddy, Sekolah Rakyat merupakan implementasi langsung dari gagasan Presiden Prabowo dalam menjamin akses pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh lapisan masyarakat. Pemerintah disebut terus mematangkan berbagai aspek teknis dan strategis agar program ini dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Pemerintah semakin mematangkan rencana penyelenggaraan Sekolah Rakyat, yang dijadwalkan akan dimulai pada tahun ajaran 2025–2026,” sambungnya.

Rapat tersebut membahas sejumlah elemen penting, mulai dari penentuan lokasi, kurikulum, penyediaan sarana dan prasarana, hingga mekanisme penerimaan siswa.

“Dalam ratas ini juga dibahas berbagai aspek penting terkait program ini, termasuk lokasi, kurikulum, sarana-prasarana, hingga mekanisme penerimaan siswa,” tutup Teddy.

Program Sekolah Rakyat diharapkan menjadi langkah nyata pemerintahan Prabowo dalam meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan di seluruh Indonesia.

Komentar