Sempat Dukung Penuh, Jerman Kini Kecam Serangan Israel yang Dinilai Berlebihan

Utama989 Dilihat

 

Berlin (Riaunews.com) – Kanselir Jerman Friedrich Merz secara terbuka mengkritik operasi militer Israel di Gaza, menyebut bahwa serangan yang terus berlanjut tidak lagi bisa dibenarkan hanya dengan alasan memerangi Hamas.  Kritik ini merupakan perubahan nada yang signifikan dari salah satu sekutu paling setia Israel di Eropa. Dalam pernyataan pada Senin, Merz menegaskan bahwa ia akan berbicara langsung dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada pekan ini.

“Israel tidak boleh melangkah terlalu jauh,” katanya.  Ia juga menekankan bahwa posisi Jerman tetap jelas bahwa tidak boleh ada pengusiran warga Palestina dari Gaza, dan tidak boleh ada kelaparan yang disengaja.

Merz, yang juga memimpin Partai CDU, partai konservatif terbesar di Jerman, menyatakan bahwa Jerman mendukung penuh solusi dua negara.  “Gaza dan Tepi Barat adalah wilayah milik rakyat Palestina dalam kerangka jalan menuju solusi dua negara,” ujarnya.

Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran internasional yang meningkat terhadap situasi kemanusiaan di Gaza.  Sejumlah negara juga telah menyuarakan keprihatinan mereka terhadap banyaknya korban sipil, krisis pangan, dan kehancuran infrastruktur.

Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul turut mengecam serangan Israel, meskipun ia tidak setuju dengan aksi embargo senjata terhadap Israel.  Setelah bertemu dengan Menlu Spanyol Jose Manuel Albares di Madrid, Wadephul berkata, “Tidak ada yang mengatakan bahwa situasi saat ini dapat diterima. Bahkan Jerman pun tidak.”

Ia juga menyerukan negosiasi segera antara Israel dan Hamas.  “Tidak boleh ada pengusiran dari Gaza. Tidak boleh juga ada kebijakan kelaparan,” tegasnya. Pekan ini, Komisaris Pemerintah Jerman untuk Antisemitisme, Felix Klein, juga angkat bicara.  Ia menyerukan debat yang lebih jujur tentang posisi Jerman terhadap Israel, mengingat tindakan militer terbaru di Gaza.

Jerman selama ini dikenal sebagai salah satu pendukung utama Israel di Eropa, dengan hubungan erat yang dibentuk di atas rasa tanggung jawab sejarah atas tragedi Holocaust.  Namun, pernyataan dari Merz, Wadephul, dan Klein menandai adanya pergeseran penting, di mana dukungan terhadap keamanan Israel tetap ada, tetapi dengan batasan moral dan kemanusiaan yang lebih tegas.

Komentar