Kuantan Singingi (Riaunews.com) – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kuantan Singingi (Kuansing), H. Muklisin, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah instansi di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kuansing, Rabu (28/10/2026). Kegiatan ini bertujuan memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan optimal sekaligus menyerap aspirasi terkait kebutuhan fasilitas dan infrastruktur.
Dalam kunjungan tersebut, Muklisin berdialog langsung dengan masyarakat, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan, serta para guru. Sejumlah kebutuhan disampaikan, mulai dari perluasan fasilitas kesehatan, pengadaan sarana kantor, hingga penambahan tenaga pendidik dan perbaikan fasilitas sekolah.
Puskesmas Benai dan Kantor Camat Sampaikan Kebutuhan Fasilitas
Sidak diawali di Puskesmas Kecamatan Benai. Setibanya di lokasi, Muklisin mendapati sejumlah warga sedang mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia kemudian berbincang dengan warga dan petugas kesehatan untuk mengetahui kondisi pelayanan di fasilitas tersebut.
Muklisin menilai bangunan Puskesmas Benai masih sempit sehingga membatasi ruang pelayanan bagi masyarakat. Tenaga kesehatan juga berharap pemerintah dapat membangun puskesmas rawat inap di atas lahan yang tersedia cukup luas.
“Diperlukan perluasan bangunan. Untuk ini, kita sudah membuat usulan ke pemerintah pusat. Ada sekitar 20 puskesmas di Kuansing kita usulkan dapat bantuan, seperti perluasan bangunan di Puskesmas Benai ini,” katanya.
Dari Puskesmas Benai, Muklisin melanjutkan sidak ke Kantor Camat Benai. Dalam kunjungan tersebut, pihak kecamatan menyampaikan sejumlah kebutuhan, di antaranya komputer, pendingin ruangan atau AC, serta pembangunan pagar di bagian belakang kantor.
Muklisin didampingi mantan anggota DPRD Kuansing Andi Cahyadi, Kepala Bagian Umum Sekretariat Daerah Kuansing Deswan Antoni, dan rombongan selama kunjungan tersebut.
Sekolah Usulkan Guru Bahasa Inggris dan Perbaikan Fasilitas
Sidak berikutnya menyasar SDN 003 Benai. Dalam dialog bersama para guru, Muklisin menerima aspirasi mengenai kebutuhan tenaga pendidik, khususnya guru Bahasa Inggris, serta fasilitas penunjang kegiatan belajar mengajar. Sekolah juga mengusulkan penyediaan area olahraga dan pembangunan pagar.
Muklisin kemudian mengunjungi SMPN 2 Simandolak, Kecamatan Benai. Sekolah tersebut membutuhkan area olahraga yang memadai, rehabilitasi ruangan lama dan ruang belajar, serta pengadaan komputer untuk laboratorium teknologi informasi dan komunikasi (TIK).
Muklisin menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah menjadi salah satu kendala dalam memenuhi berbagai kebutuhan pembangunan. Ia menyebut pemerintah pusat memangkas anggaran sekitar Rp92 miliar pada tahun ini sehingga berdampak terhadap pelaksanaan pembangunan di berbagai sektor.
“Perlu kami sampaikan, bahwa kondisi keuangan kita sekarang terbatas. Apalagi ada pemotongan dari pusat. Tahun ini ada sekitar Rp92 miliar dipangkas pusat. Tentu ini menjadi penghambat terlaksananya pembangunan di semua sektor. Walau demikian, kita akan tetap memperjuangkannya melalui usulan-usulan ke pusat,” jelasnya.
Meski menghadapi keterbatasan anggaran, Muklisin meminta seluruh instansi tetap memberikan pelayanan yang baik dan benar kepada masyarakat. Ia juga memastikan pemerintah daerah akan berupaya menindaklanjuti aspirasi yang diterima dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan daerah.
“Kita tetap harus memberikan pelayanan yang baik kepada warga. Insya Allah, aspirasi ini akan kita realisasikan sesuai kemampuan,” tegasnya.







Komentar