Bikin Macet, Pelebaran U-Turn Depan RS Hermina Pekanbaru Dikeluhkan Warga

Pekanbaru16 Dilihat

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pembangunan pelebaran putaran balik atau u-turn di depan Rumah Sakit (RS) Hermina, Jalan Tuanku Tambusai, Pekanbaru, menuai protes warga. Alih-alih mengurai kemacetan, penataan tersebut dinilai justru memicu kepadatan arus lalu lintas karena terjadi penyempitan jalan di sekitar lokasi.

Seorang warga bernama Yudi, yang akrab disapa Ucok, mengatakan arus lalu lintas kerap tersendat sejak pelebaran u-turn tersebut dilakukan. Kondisi itu ia rasakan setiap kali melintas di kawasan tersebut.

“Setiap saya lewat dekat u-turn yang dilakukan pelebaran tersebut, arus lalu lintas selalu tersendat. Karena tadinya jalan itu lurus, kini harus berbelok sedikit. Sebelum u-turn dilebarkan, jarang macet, ini sudah dilebarkan malah jadi tambah macet,” ungkap Ucok, Selasa (27/10/2026).

Warga Keluhkan Penyempitan Jalan

Keluhan serupa disampaikan Kiren yang kerap melintasi Jalan Tuanku Tambusai dari arah Bundaran Songket menuju Jalan Soekarno-Hatta. Menurutnya, pelebaran hanya dilakukan di sekitar putaran balik, sedangkan ruas jalan di sisi lainnya belum diperlebar.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menimbulkan antrean kendaraan karena pengendara harus menyesuaikan laju saat melintasi bagian jalan yang menyempit.

“U-turn-nya itu kan lebar, harusnya jalannya juga dilebarkan sepanjang jalan tersebut. Ini jalan yang dilebarkan hanya jalan yang berdekatan dengan u-turn itu saja. Apa tidak menambah kemacetan, bukan mengurai kemacetan,” ucap Kiren.

Menanggapi keluhan tersebut, Kasat Lantas Polresta Pekanbaru Kompol Satrio Bagus Wira Wicaksana mengatakan pihaknya telah menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah pemangku kepentingan untuk membahas manajemen dan rekayasa lalu lintas di kawasan itu.

Rapat tersebut membahas pelebaran jalan, pengaturan putaran balik, serta langkah untuk menjaga kelancaran arus kendaraan selama pekerjaan berlangsung dan setelah penataan selesai.

“Salah satu poin yang dibahas adalah penutupan U-turn Srikandi yang berdampak pada perubahan arus lalu lintas di U-turn depan RS Hermina,” papar Satrio.

U-Turn Baru Disiapkan untuk Persiapan Penutupan Simpang SKA

Satrio menjelaskan, hasil rapat menyepakati pembatas jalan yang telah terpasang tetap dipertahankan sesuai rencana awal. Namun, pelaksana pekerjaan juga harus memperlebar jalan di sisi kanan dan kiri masing-masing satu lajur.

“Pembatas tetap dilakukan sesuai rencana semula, tidak membongkar yang sudah dipasang, dan akan dilakukan pelebaran kembali jalan sisi kanan dan sisi kiri sebesar satu lajur,” jelasnya.

Selain itu, pihak terkait akan menambah rambu peringatan dan petunjuk bagi pengendara. Putaran balik RJ juga direncanakan ditutup dan digantikan dengan putaran balik baru yang lokasinya dimajukan ke arah lampu lalu lintas (traffic light).

Satrio mengatakan, berdasarkan penjelasan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pelebaran u-turn di depan RS Hermina merupakan bagian dari persiapan penutupan Simpang SKA.

“Betul bang, menurut PUPR U-turn tersebut nantinya untuk proyek persiapan penutupan Simpang SKA, makanya dibuat lebar,” ujar Satrio.

Meski mendukung rencana penataan tersebut, Satlantas Polresta Pekanbaru meminta pelaksana pekerjaan segera memperlebar jalan di kedua sisi. Langkah itu dinilai penting untuk mengurangi kepadatan kendaraan selama proses pembangunan.

Ia menyebut kepolisian telah menyampaikan masukan mengenai potensi kemacetan dalam rapat koordinasi. Seluruh pihak yang hadir, lanjutnya, menyepakati rencana tersebut dengan catatan pelebaran jalan segera dilaksanakan.

“Makanya hasil rapat koordinasi itu seluruhnya setuju, dengan catatan pihak pekerjaan jalan harus segera melakukan pelebaran,” pungkasnya.

Komentar