Siak (Riaunews.com) – Kabupaten Siak memperoleh dukungan pembiayaan pembangunan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sekitar Rp370,84 miliar pada 2026. Anggaran tersebut menopang berbagai program, mulai dari pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan pendidikan dan kesehatan, rehabilitasi bangunan bersejarah, hingga penguatan sektor pertanian dan perkebunan rakyat.
Bupati Siak, Afni Zulkifli, menyampaikan hal itu dalam Sidang Paripurna DPRD Kabupaten Siak dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-27 Kabupaten Siak di Siak Sri Indrapura, Senin (12/10/2026).
Afni mengatakan dukungan tersebut diperoleh melalui komunikasi dan koordinasi Pemerintah Kabupaten Siak dengan sejumlah kementerian dan lembaga di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Keterbatasan APBD tidak menjadi alasan untuk menghentikan pembangunan. Melalui komunikasi dan koordinasi, kami terus memperjuangkan agar pembangunan Kabupaten Siak tetap memperoleh dukungan melalui APBN,” kata Afni.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat bukan sekadar capaian nominal, melainkan upaya menjaga kesinambungan pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di tengah tekanan fiskal daerah.
Infrastruktur, Pendidikan, dan Kesehatan Dapat Dukungan APBN
Salah satu sektor yang memperoleh alokasi besar adalah infrastruktur, terutama pembangunan jalan dan jaringan irigasi. Melalui program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), pemerintah melanjutkan pembangunan jalan rigid beton pada ruas Pinang Sebatang Barat–Muara Kelantan sepanjang total 3,5 kilometer.
Pekerjaan tersebut terbagi menjadi dua segmen. Segmen pertama sepanjang 1,8 kilometer mendapat anggaran Rp25,67 miliar, sedangkan segmen kedua sepanjang 1,7 kilometer memperoleh Rp24,24 miliar. Total anggaran pembangunan jalan tersebut mencapai Rp49,91 miliar.
Selain itu, Siak memperoleh Rp90,84 miliar untuk pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di 50 titik. Pemerintah pusat juga mengalokasikan Rp48,97 miliar untuk peningkatan dan rehabilitasi jaringan irigasi utama serta Rp3,39 miliar untuk pembangunan jaringan perpipaan dan sambungan rumah Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di Kecamatan Bungaraya dan Sabak Auh.
Pada sektor perumahan, pemerintah pusat mendukung rehabilitasi 541 unit rumah melalui program bedah rumah dengan anggaran Rp10,82 miliar.
Sementara itu, sektor pendidikan memperoleh anggaran Rp54,2 miliar untuk revitalisasi 85 satuan pendidikan pada 2026. Anggaran tersebut meningkat dibandingkan tahun 2025, ketika Siak memperoleh pagu Rp31,9 miliar untuk 36 satuan pendidikan.
“Alhamdulillah, di tahun 2026 ini mengalami peningkatan yang signifikan lebih dari 100 persen, mencakup revitalisasi 85 satuan pendidikan, dengan anggaran mencapai Rp54,2 miliar dan kemungkinan akan terus bertambah,” ujar Afni.
Di bidang kesehatan, dukungan APBN mencakup pembangunan gedung Cytotoxic Drugs Safety Cabinet (CDSC) di RSUD Tengku Rafi’an senilai Rp1,3 miliar, pengadaan tiga unit FDR X Air Portable X-Ray beserta perangkat lunak Laptop QXR AI Software senilai Rp3,84 miliar, pengadaan alat mammografi Rp1,5 miliar, serta pembangunan instalasi gawat darurat (IGD) senilai Rp450 juta.
Dukungan lainnya meliputi pengadaan peralatan kesehatan untuk puskesmas dan puskesmas pembantu serta 47 paket alat laboratorium untuk Laboratorium Kesehatan Daerah Kabupaten Siak.
Pelestarian Budaya, Pertanian, dan Perkebunan Rakyat
Pemkab Siak juga memperoleh dukungan anggaran untuk menjaga warisan budaya Melayu. Sejumlah program meliputi rehabilitasi Museum Istana Asserayah Al Hasyimiyah Siak senilai Rp2,2 miliar dan Museum Budaya dan Sejarah Siak Balairung Sri sebesar Rp2,7 miliar.
Selain itu, tersedia Rp600 juta untuk perencanaan dan pengawasan rehabilitasi Istana dan Museum Balairung Sri, Rp272 juta untuk pemeliharaan Museum Balairung Sri, serta Rp227 juta untuk penyelenggaraan pameran temporer.
Afni mengatakan pemerintah daerah akan terus memperjuangkan anggaran untuk rehabilitasi lanjutan sejumlah museum dan bangunan budaya yang diperkirakan membutuhkan Rp9 miliar hingga Rp10 miliar.
“Keterbatasan APBD justru dijadikan pemicu semangat untuk terus memperjuangkan agar pelita kebudayaan yang menjadi akar dari peradaban tetap terjaga,” katanya.
Pada sektor pertanian, Siak memperoleh bantuan 161 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) dengan nilai lebih dari Rp15,57 miliar. Bantuan tersebut diharapkan meningkatkan produktivitas petani, mempercepat pekerjaan prapanen dan pascapanen, serta menekan biaya operasional usaha tani.
Dukungan terhadap perkebunan kelapa sawit rakyat juga disalurkan melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Koperasi Sekato Jaya Lestari memperoleh bantuan pupuk dan pestisida sebanyak 977.468 kilogram/liter.
Pemerintah juga mendukung peningkatan jalan kebun untuk Gapoktan Gaharu Sejahtera sepanjang 11,35 kilometer dan Koperasi Produsen Syariah Tunas Karya Sejahtera sepanjang 18,4 kilometer.
Sementara itu, Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) menjangkau 646 pekebun dengan luas lahan 1.490,63 hektare dan nilai bantuan Rp89,41 miliar. Di bidang peningkatan keterampilan tenaga kerja, Balai Latihan Kerja (BLK) Siak memperoleh dukungan pelatihan senilai Rp658 juta bagi putra-putri daerah.
Afni menegaskan, Pemkab Siak akan terus mengajukan program prioritas kepada kementerian dan lembaga sesuai kewenangannya. Ia menilai kesiapan perencanaan, dokumen teknis, dan persyaratan administrasi menjadi faktor penting untuk memperoleh dukungan anggaran pemerintah pusat.
“Program-program prioritas Siak akan terus kita bawa secara aktif ke kementerian dan lembaga sesuai kewenangannya, dengan memastikan kesiapan perencanaan, dokumen teknis, dan persyaratan lainnya, sehingga dukungan melalui APBN dapat semakin banyak masuk ke Kabupaten Siak pada masa-masa yang akan datang,” kata Afni.
Ia berharap sinergi pemerintah daerah dan pemerintah pusat terus diperkuat agar pembangunan, peningkatan pelayanan dasar, penguatan ekonomi masyarakat, serta pelestarian warisan budaya Melayu tetap berjalan di tengah keterbatasan fiskal daerah.







Komentar