Pemko Pekanbaru Bagikan Seragam Gratis untuk Seluruh Siswa Baru SD dan SMP Negeri

Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru akan memberikan bantuan seragam sekolah gratis kepada seluruh peserta didik baru di Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) pada tahun ajaran 2026/2027. Selain seragam, siswa dari keluarga kurang mampu juga akan menerima bantuan perlengkapan sekolah berupa tas dan buku.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru, Abdul Jamal, mengatakan bantuan untuk jenjang SD disiapkan bagi sekitar 9.800 siswa baru. Setiap siswa akan menerima tiga stel seragam, yakni seragam merah putih, seragam pramuka, dan seragam olahraga, tanpa membedakan latar belakang ekonomi.

“Untuk SD, ada kita siapkan untuk 9.800 murid baru. Ini akan kita beri baju seragam tiga stel. Merah putih, pramuka, dan baju olahraga. Itu untuk semua siswa baru di sekolah negeri, baik siswa yang mampu maupun tidak mampu,” ujar Jamal, Selasa (4/8/2026).

Siswa Afirmasi Dapat Bantuan Tambahan

Selain seragam, Dinas Pendidikan juga menyiapkan bantuan perlengkapan sekolah bagi peserta didik yang berasal dari keluarga kurang mampu melalui jalur afirmasi. Sebanyak 1.500 siswa SD akan menerima tambahan berupa tas dan buku.

Untuk jenjang SMP Negeri, Pemko Pekanbaru juga menyiapkan bantuan seragam bagi sekitar 11 ribu peserta didik baru. Setiap siswa akan memperoleh tiga stel seragam yang terdiri atas seragam putih biru, seragam pramuka, dan seragam olahraga. Sementara itu, sebanyak 1.500 siswa jalur afirmasi juga akan menerima bantuan tas dan buku.

“Kalau untuk SMP, 11 ribu orang. Jadi ini semuanya dapat siswa baru yang di SMP Negeri. Mau kaya, mau miskin diberi seragam. Sedangkan untuk siswa afirmasi, kami siapkan tambahan perlengkapan sekolah berupa tas dan buku,” jelas Jamal.

Ditargetkan Rampung Oktober

Jamal mengatakan proses pendataan dan pengukuran seragam akan dilakukan sepanjang Agustus. Pemerintah menargetkan seluruh bantuan seragam sudah dapat digunakan oleh siswa paling lambat pada Oktober 2026.

“Kita usahakan di Oktober semuanya sudah selesai sehingga anak-anak tidak terlalu lama menunggu untuk memakai seragam sekolah,” katanya.

Ia juga menegaskan Dinas Pendidikan akan mengawasi sekolah-sekolah agar tidak melakukan pengukuran maupun penjualan seragam kepada siswa, mengingat kebutuhan seragam telah difasilitasi oleh pemerintah daerah.

Komentar