Negara Tanggung Seluruh Kebutuhan Pendukung Siswa Sekolah Rakyat

Utama1229 Dilihat

Jakarta (Riaunews.com) -Menteri Sosial Saifullah Yusuf memastikan bahwa seluruh kebutuhan siswa sekolah rakyat akan ditanggung sepenuhnya oleh negara, mulai dari fasilitas pembelajaran hingga kebutuhan sehari-hari. Hal ini disampaikan dalam pembukaan masa pengenalan siswa baru, Senin (14/7), sebagaimana dipantau melalui kanal YouTube Kementerian Sosial.

“Setiap siswa akan mendapatkan delapan set seragam, mulai dari jas almamater, seragam harian, hingga piyama atau pakaian tidur,” ujar Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul.

Selain seragam, siswa juga disediakan tempat tinggal berupa asrama dengan fasilitas yang dinilai layak, nyaman, dan bersih. Tidak hanya itu, seluruh peserta didik juga dijamin asupan makanan bergizi tiga kali sehari serta dua kali makanan ringan.

Dalam hal pembelajaran, Kemensos memberikan dukungan digital berupa papan tulis digital serta satu unit laptop untuk masing-masing siswa. “Semua siswa akan terintegrasi dalam Learning Management System (LMS) sebagai bagian dari transformasi pendidikan digital,” ujar Gus Ipul.

Namun demikian, Gus Ipul meminta pengertian masyarakat karena seluruh fasilitas tersebut belum bisa dibagikan serentak pada hari pertama kegiatan sekolah. Proses pengadaan delapan set seragam dan perlengkapan lainnya disebut masih berjalan dan diperkirakan rampung dalam dua hingga tiga pekan ke depan. “Masih ada tahapan pengukuran dan proses pengadaan yang harus diselesaikan,” jelasnya.

Sekolah rakyat merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto di bidang pendidikan. Pada tahap pertama, program ini diikuti oleh 6.000 siswa yang terbagi dalam 256 rombongan belajar dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Dari target 100 sekolah yang akan beroperasi, sebanyak 63 sekolah telah memulai kegiatan sementara 37 sisanya akan menyusul pada akhir Juli 2025. Jumlah ini ditargetkan meningkat menjadi 200 sekolah pada akhir tahun.

Beberapa sekolah rakyat yang telah beroperasi antara lain Pusdiklatbangprof Kemensos Margaguna, Sentra Handayani, dan Sentra Mulya Jaya di Jakarta. Di Jawa Barat, terdapat 13 titik seperti STPL Bekasi, Sentra Phalamarta Sukabumi, Sentra Abiyoso Cimahi, hingga Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung dan fasilitas di Kompleks SOR Jalak Harupat.

Dengan program ini, pemerintah menargetkan penyediaan pendidikan inklusif dan menyeluruh yang menyasar anak-anak dari latar belakang ekonomi tidak mampu, melalui pendekatan pembelajaran yang modern dan terintegrasi.

Komentar