DPRD Pekanbaru Desak Pemko Atasi Kelangkaan dan Lonjakan Harga Minyakita

Pekanbaru (Riaunews.com) – Kelangkaan minyak goreng subsidi Minyakita masih dikeluhkan masyarakat di Pekanbaru. Sejak awal April 2026, warga mengaku kesulitan mendapatkan Minyakita dengan harga sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Memasuki awal Mei 2026, harga Minyakita di Pekanbaru bahkan terus mengalami kenaikan. Untuk kemasan satu liter, minyak goreng subsidi tersebut dijual hingga Rp21 ribu per liter, jauh di atas HET sebesar Rp15.700.

Menanggapi kondisi itu, Anggota Komisi II DPRD Kota Pekanbaru David Marihot Silaban mendesak Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) agar segera mengatasi persoalan kelangkaan dan tingginya harga Minyakita di pasaran.

Menurut David, satuan tugas yang telah dibentuk Disperindag untuk menelusuri penyebab kelangkaan Minyakita harus bergerak cepat dan bekerja maksimal agar hasil penanganannya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Minyakita langka dan harganya melampaui HET. Pemerintah kota, khususnya Disperindag, memang bergerak, tapi sampai sekarang belum ada hasil yang dirasakan masyarakat,” ujar David, Kamis (7/5/2026).

Harga Minyak Dinilai Bebani Masyarakat

David menilai tingginya harga minyak goreng sangat memberatkan masyarakat, terutama ibu rumah tangga. Sebab, minyak goreng menjadi kebutuhan pokok yang digunakan hampir setiap hari di rumah tangga.

“Ibu-ibu yang belanja banyak mengeluh. Minyak goreng ini kebutuhan penting, hampir setiap rumah pasti pakai minyak. Jadi persoalan ini sangat urgent,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kenaikan harga minyak goreng dapat berdampak terhadap sektor lain, terutama harga makanan dan kebutuhan pokok yang menggunakan minyak dalam proses produksinya.

“Semua saling berkaitan. Kalau harga minyak naik, tentu bahan makanan yang menggunakan minyak juga ikut naik. Karena itu Pemko harus cepat bergerak. Jangan hanya bilang sudah turun, tapi ntah turun kemana, karena hasilnya tidak ada,” tegasnya.

Komentar