Pekanbaruu (Riaunews.com) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat jumlah titik panas (hotspot) di Provinsi Riau masih tergolong tinggi. Berdasarkan pantauan Jumat (20/3/2026) pagi, tercatat 186 hotspot di Riau dari total 273 titik yang terdeteksi di wilayah Sumatera.
Forecaster On Duty BMKG Pekanbaru, Anggun R, mengatakan sebaran hotspot terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis dengan 70 titik, disusul Pelalawan sebanyak 46 titik.
“Titik panas lainnya juga terpantau di Kota Dumai 36 titik, Siak 16 titik, Rokan Hilir 15 titik, dan Indragiri Hulu 1 titik,” ujarnya.
Selain Riau, hotspot juga terdeteksi di sejumlah provinsi lain di Sumatera. Di antaranya Aceh 16 titik, Sumatera Utara 15 titik, Sumatera Selatan dan Jambi masing-masing 10 titik, Kepulauan Riau 27 titik, serta Bengkulu, Lampung, dan Bangka Belitung masing-masing 3 titik.
Indikasi Karhutla
Dari total 186 hotspot di Riau, BMKG mencatat 3 titik berada pada tingkat kepercayaan tinggi yang mengindikasikan adanya kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Sebanyak 137 titik berada pada tingkat kepercayaan sedang dan 46 titik pada tingkat kepercayaan rendah,” tambah Anggun.
BMKG menegaskan bahwa hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi perlu diwaspadai karena berpotensi kuat menunjukkan adanya aktivitas kebakaran, terutama di wilayah pesisir dan lahan gambut.
Imbauan Waspada
BMKG mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla, khususnya di wilayah dengan jumlah hotspot tinggi. Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama saat kondisi cuaca kering dan berangin.







Komentar