Pekanbaru (Riaunews.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Provinsi Riau menjelang perayaan Idulfitri 1447 Hijriah atau Lebaran 2026. Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau, saat ini terdapat enam daerah yang masih mengalami karhutla.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, sebagian lokasi masih memiliki titik api yang sedang dipadamkan, sementara beberapa wilayah lainnya sudah memasuki tahap pendinginan.
Ia menjelaskan, di Kabupaten Bengkalis karhutla terjadi di Desa Teluk Lecah, Kecamatan Rupat, dengan kondisi masih terdapat titik api yang sedang dipadamkan. Kebakaran juga terjadi di Desa Tasik Serai Timur, Kecamatan Pinggir.
“Kemudian di Kabupaten Indragiri Hilir yakni di Desa Bekawan Dalam, Parit Hidayat, Kecamatan Mandah. Kondisi titik api telah padam dan saat ini sedang dilakukan pendinginan,” kata Jim Gafur, Selasa (17/3/2026).
Selain itu, karhutla juga terjadi di Desa Rimbo Panjang, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, serta di Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan.
Sementara di Kota Dumai, kebakaran terjadi di Kelurahan Teluk Makmur dan Kelurahan Mundam, Kecamatan Medang Kampai. Sedangkan di Kabupaten Rokan Hilir, karhutla terdeteksi di Kepenghuluan Rantau Bais, Kecamatan Tanah Putih.
“Untuk di Rohil kondisinya masih ada titik api, dilakukan pemadaman dan penyekatan agar api tidak meluas,” ujarnya.
Luas Karhutla Capai 1.375 Hektare
BPBD mencatat sejak awal tahun 2026 sudah terdapat 11 kabupaten dan kota di Riau yang mengalami karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 1.375,49 hektare.
Sebelas daerah tersebut meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.
Dari data tersebut, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan luas kebakaran terbesar mencapai 683,50 hektare, disusul Bengkalis 324,01 hektare, Indragiri Hilir 104,75 hektare, Siak 81,29 hektare, dan Kampar 59,15 hektare.
Sementara itu, di Kota Dumai tercatat 48,62 hektare lahan terbakar, Pekanbaru 33,62 hektare, Rokan Hilir 14 hektare, Kepulauan Meranti 13,40 hektare, Indragiri Hulu 8,40 hektare, serta Kuantan Singingi 4,75 hektare.
Selain luas lahan terbakar, BPBD juga mencatat terdapat 2.535 hotspot atau titik panas di wilayah Riau dengan 226 fire spot atau titik api yang terdeteksi hingga saat ini.







Komentar