Pekanbaru (Riaunews.com) – Upaya penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Riau terus digencarkan. Hingga Jumat (20/2/2026), total lima ton garam (NaCl) telah disemai melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sejak dimulai pada Senin lalu.
Kepala BPBD Damkar Riau, M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan Jim Gafur mengatakan, penyemaian dilakukan secara bertahap menyesuaikan potensi awan hujan yang terpantau di wilayah rawan kebakaran. Pada hari ini, OMC dilakukan dengan satu kali penerbangan atau sortie penyemaian awan di wilayah Teluk Meranti.
Operasi ini menggunakan pesawat BNPB jenis Cessna Grand Caravan 208B dengan nomor registrasi PK-AKR. Pesawat tersebut dikerahkan untuk menyemai bahan semai ke awan potensial hujan di wilayah target guna memicu hujan buatan.
Menurut Jim Gafur, OMC tidak hanya bertujuan membantu memadamkan titik api, tetapi juga membasahi lahan gambut agar tidak mudah terbakar kembali. Langkah ini dinilai penting di tengah kecenderungan penurunan curah hujan berdasarkan prakiraan BMKG.
Operasi modifikasi cuaca direncanakan berlangsung selama satu pekan dengan total ketersediaan bahan semai sekitar 8.500 kilogram. Pemerintah berharap, melalui OMC dan upaya pemadaman di lapangan, potensi meluasnya kebakaran serta dampak kabut asap dapat ditekan sedini mungkin.
Berdasarkan data BPBD Riau, total luasan lahan terbakar di wilayah tersebut telah mencapai 417,94 hektare yang tersebar di hampir seluruh kabupaten/kota, dengan luasan terbesar berada di Kabupaten Bengkalis. Pemerintah Provinsi Riau sendiri telah menetapkan status siaga darurat karhutla sejak 13 Februari hingga 30 November 2026.







Komentar