Gubri: Pemahaman Tauhid yang Benar Cegah Radikalisme Berbasis Agama

Utama1206 Dilihat
Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid

Pekanbaru (Riaunews.com) – Gubernur Riau (Gubri), Abdul Wahid, menegaskan pentingnya pemahaman tauhid yang utuh dan benar sebagai upaya mencegah munculnya paham radikal berbasis agama. Hal itu disampaikan dalam sambutannya pada acara Bincang Tauhid Negara Serumpun yang digelar Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) di Pekanbaru, Jumat malam (27/6/2025).

Kegiatan yang mengusung tema “The Concept of Tauhid in the Digital Era: Relevance and Integratives Studies” tersebut merupakan bagian dari puncak milad ke-17 UMRI, dan dihadiri para cendekiawan muslim dari berbagai negara Asia Tenggara.

Gubri Wahid mengapresiasi terselenggaranya forum ilmiah ini. Ia menilai diskusi seputar konsep tauhid sangat relevan dalam membangun kesadaran generasi muda terhadap pentingnya fondasi keislaman yang moderat di tengah derasnya arus informasi digital.

“Sebab dari pemikiranlah semua tindakan dan perilaku direalisasikan. Maka dari itu kami menyambut baik acara Bincang Tauhid Negara Serumpun yang ditaja oleh UMRI,” ujarnya.

Pada hari yang sama, Gubri bersama Kapolda Riau turut menyaksikan prosesi ikrar pelepasan baiat oleh sekelompok warga yang sebelumnya mengikuti ajaran keagamaan menyimpang. Momen tersebut menurut Wahid menjadi refleksi penting akan bahayanya pemahaman agama yang tidak utuh.

Ia menegaskan bahwa pemahaman tauhid yang keliru dan disusupi paham kebencian dapat melahirkan perilaku ekstrem bahkan anarkis. Oleh karena itu, diskusi seperti ini penting sebagai langkah awal membangun Islam yang damai dan rahmatan lil alamin.

“Masih banyak pemahaman keagamaan yang belum kafah. Ketika masuk aliran yang mengandung nilai kebencian, maka lahirlah tindakan-tindakan anarkis,” terangnya.

Lebih jauh, Wahid menjelaskan bahwa tauhid tidak semata menyentuh aspek teologis, tetapi juga menjadi pondasi moral dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. Bila dipahami secara benar, tauhid mampu membentuk cara pandang yang konstruktif dan moderat.

“Kalau salah dalam menerjemahkan tauhid, bisa fatal dampaknya di kemudian hari,” tambahnya.

Ia juga mengapresiasi kontribusi UMRI dalam membangun kemajuan di bidang keagamaan, sosial, dan ekonomi. Menurutnya, para lulusan UMRI telah banyak berkiprah bagi kemaslahatan bangsa, khususnya di Provinsi Riau.

Menutup sambutannya, Gubri Wahid mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Riau sebagai daerah yang berbudaya Melayu, dinamis, ekologis, agamis, dan maju, selaras dengan visi “Riau Bedelau”.

“Kehadiran para ulama dan cendekiawan dari dalam dan luar negeri ke Bumi Lancang Kuning ini membawa keberkahan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah sesama anak bangsa dan rumpun Melayu,” tutupnya

Komentar