Pekanbaru (Riaunews.com) – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) telah terjadi di 10 dari 12 kabupaten/kota di Provinsi Riau dengan total luas lahan terbakar mencapai 59,38 hektare (Ha) hingga Kamis (29/1/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal mengatakan, daerah yang terdampak karhutla meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.
“Total luasan karhutla yang terdata hingga saat ini mencapai 59,38 hektare dan sudah terjadi di 10 daerah di Riau,” kata Edy Afrizal.
Ia merinci, karhutla terluas terjadi di Kabupaten Bengkalis dengan 15,01 Ha, disusul Pekanbaru 8,43 Ha, Kampar 7,25 Ha, Dumai 7 Ha, Pelalawan 6 Ha, Indragiri Hilir 5 Ha, Siak 5,30 Ha, Kepulauan Meranti 2,70 Ha, Kuantan Singingi 1,50 Ha, serta Indragiri Hulu 1,30 Ha.
Selain luasan kebakaran, BPBD Damkar Riau juga mencatat sebanyak 200 hotspot atau titik panas dengan 40 titik api yang terdeteksi di berbagai wilayah tersebut.
Meski demikian, Edy memastikan sebagian besar karhutla telah berhasil ditangani oleh tim gabungan di daerah. Beberapa lokasi telah padam total, sementara sisanya masih dalam proses pendinginan, dengan kebakaran terluas sempat terjadi di wilayah Rupat.
Untuk mencegah meluasnya karhutla, BPBD Damkar Riau terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota serta melibatkan TNI-Polri, Manggala Agni, perusahaan, dan masyarakat peduli api, sekaligus mengintensifkan sosialisasi agar masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan.







Komentar