Pekanbaru (Riaunews.com) – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau terus memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melalui pengelolaan dan pemulihan ekosistem gambut. Sejumlah program yang dijalankan sejak beberapa tahun terakhir mulai menunjukkan hasil dalam menjaga kelestarian lingkungan dan menekan risiko kebakaran.
Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau, Syahrial Abdi, mengatakan pengendalian karhutla membutuhkan proses panjang dan keterlibatan berbagai pihak. Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi faktor penting dalam membangun pengelolaan gambut yang berkelanjutan.
Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri International Conference on Peatland Research & Innovation 2026 di Integrated Classroom Universitas Riau, Pekanbaru, Sabtu (31/10/2026).
“Pengalaman yang kita lalui selama ini memberikan banyak pembelajaran. Riau terus berbenah dan memperkuat pola pengelolaan gambut agar pencegahan karhutla dapat dilakukan secara lebih terencana dan berkelanjutan,” ujar Syahrial.
Bangun Sekat Kanal dan Sumur Bor
Syahrial menjelaskan, penanganan karhutla tidak cukup hanya dilakukan ketika kebakaran terjadi. Pemerintah perlu mengutamakan pencegahan melalui pengelolaan tata air, pemulihan lahan gambut, serta pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan rawan kebakaran.
Salah satu upaya yang telah dilakukan adalah program restorasi gambut yang menjangkau sekitar 451 ribu hektare sepanjang 2016 hingga 2024.
Selain itu, pemerintah membangun 2.077 unit sekat kanal dan 1.125 unit sumur bor. Infrastruktur tersebut berfungsi menjaga ketersediaan air dan kelembapan lahan gambut, terutama saat memasuki musim kemarau.
Pemulihan ekosistem juga dilakukan melalui revegetasi atau penanaman kembali pada lahan seluas kurang lebih 390 hektare.
Revitalisasi Ekonomi Libatkan Masyarakat
Selain pemulihan lingkungan, pemerintah turut mendorong keterlibatan masyarakat melalui penyaluran 291 paket program revitalisasi ekonomi. Program ini diharapkan membuka peluang usaha sekaligus mendorong masyarakat ikut menjaga kawasan gambut.
“Pelestarian gambut harus berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kita ingin masyarakat tidak hanya menjadi bagian dari upaya pencegahan kebakaran, tetapi juga memperoleh manfaat ekonomi dari pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” jelasnya.
Syahrial berharap pengalaman dan capaian Riau dalam pengelolaan gambut dapat menjadi bahan pembelajaran untuk mengembangkan berbagai inovasi ke depan.
Menurutnya, menjaga ekosistem gambut merupakan tanggung jawab bersama agar kebakaran hutan dan lahan tidak terus berulang serta kelestarian lingkungan tetap terjaga bagi generasi mendatang.
