Dosen UWM Beri Penyuluhan Kewirausahaan, Dorong Ibu PKK Naikkan Kelas Usaha Rumahan

Sleman (Riaunews.com) – Dosen Program Studi Kewirausahaan Universitas Widya Mataram (UWM), Dr. Bhenu Artha, S.E., M.M., menggelar penyuluhan kewirausahaan bagi 23 anggota Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di Padukuhan Kepitu, Kalurahan Trimulyo, Kabupaten Sleman, Minggu (25/10/2026).

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) tersebut mengusung tema “Ibu Berdaya, Usaha Naik Kelas: Langkah Praktis Merapikan Usaha Rumahan dari Cara Tradisional Menuju Pengelolaan Cerdas”. Program ini bertujuan membantu pelaku usaha rumahan memperbaiki pengelolaan bisnis agar lebih tertib dan berkembang.

Dalam pemaparannya, Bhenu mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyebut 64,5 persen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia dikelola perempuan. Menurutnya, perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga, tetapi masih menghadapi berbagai kendala dalam mengelola usaha rumahan.

Pemisahan Keuangan Jadi Kunci Pengelolaan Usaha

Bhenu menjelaskan, sejumlah persoalan yang kerap dihadapi pelaku usaha rumahan meliputi pencampuran uang usaha dengan uang belanja rumah tangga, catatan utang pelanggan yang tidak tertata, kesalahan menghitung harga pokok, hingga bahan baku yang rusak dan tidak terjual.

“Banyak pelaku usaha rumahan mengalami fenomena laris tapi kosong, di mana dagangan selalu habis terjual setiap hari, namun modal justru terus menipis karena laci warung dipakai untuk membeli kebutuhan dapur dan tidak adanya buku catatan penjualan,” ujar Bhenu dalam sesi interaktif bertajuk Cermin Usaha.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, ia memperkenalkan tiga langkah utama, yakni menertibkan administrasi dan memisahkan keuangan usaha dari keuangan rumah tangga, meningkatkan kualitas kemasan produk, serta memanfaatkan pemasaran digital melalui ponsel dan transaksi menggunakan QRIS.

Bhenu juga menekankan pentingnya menjaga loyalitas pelanggan melalui pelayanan yang ramah, penggunaan timbangan yang jujur, keterbukaan terhadap masukan, serta pemberian bonus kecil bagi pembeli dalam jumlah besar.

Dorong Pemanfaatan Modal secara Produktif

Selain membenahi pengelolaan usaha, Bhenu mengingatkan peserta agar menggunakan tambahan modal secara bijak. Ia mencontohkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebagai salah satu pilihan pembiayaan yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usaha.

Ia mengutip angka 51,2 persen terkait penyaluran KUR kepada pengusaha perempuan dan menekankan bahwa modal tambahan sebaiknya digunakan untuk kebutuhan produktif, seperti membeli peralatan produksi. Pelaku usaha juga diingatkan untuk menghindari pinjaman dengan bunga tinggi yang berpotensi membebani keuangan bisnis.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab mengenai berbagai kendala yang dihadapi peserta dalam menjalankan usaha. Pada akhir kegiatan, anggota PKK Padukuhan Kepitu berkomitmen mulai memisahkan uang usaha dari uang rumah tangga dan mencatat penjualan secara rutin setiap malam.

Melalui kegiatan tersebut, peserta diharapkan dapat menerapkan pengelolaan usaha yang lebih tertib sehingga UMKM keluarga tumbuh lebih sehat, mandiri, dan mampu berkembang ke tingkat yang lebih tinggi.

Komentar