Pekanbaru (Riaunews.com) – Aksi unjuk rasa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pekanbaru di Kantor DPRD Provinsi Riau, Rabu (21/10/2026), sempat diwarnai ketegangan. Situasi memanas setelah mahasiswa dan aparat keamanan terlibat aksi saling lempar air serta adu argumen di tengah kerumunan massa.
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan sejumlah persoalan, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat, ketidakjelasan program beasiswa, hingga dana bagi hasil (DBH) Riau. Mereka meminta pemerintah daerah dan wakil rakyat memberikan penjelasan serta mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Aksi dipimpin Ketua Umum HMI Cabang Pekanbaru, Raihan Dharma Putra, dengan Raja Osama Melva sebagai koordinator lapangan (korlap).
Mahasiswa Soroti Karhutla hingga Ketidakjelasan Beasiswa
Dalam orasinya, mahasiswa menyoroti penanganan karhutla yang dinilai berdampak terhadap kualitas udara dan kesehatan masyarakat. Mereka juga mempertanyakan kejelasan program beasiswa yang dinilai belum memberikan kepastian bagi mahasiswa.
Raihan mengatakan, aksi di DPRD Riau berlangsung setelah mereka mengaku tidak diterima saat mendatangi Kantor Gubernur Riau pada malam sebelumnya.
“Beasiswa tidak ada kejelasan. Bukti nyata mahasiswa tidak lagi diam. Hari ini kita datang ke Kantor DPRD karena semalam kita tidak diterima di Kantor Gubernur,” ujar Raihan.
Selain karhutla dan beasiswa, mahasiswa turut menyoroti persoalan DBH Riau serta keberadaan tempat hiburan malam. Mereka meminta pemerintah daerah dan pihak terkait memberikan perhatian serius terhadap berbagai tuntutan tersebut.
HMI Cabang Pekanbaru berharap DPRD Riau menampung dan menindaklanjuti aspirasi mereka. Mahasiswa juga mengharapkan respons konkret dari para wakil rakyat, termasuk melalui dialog atau audiensi untuk membahas tuntutan yang disampaikan.
Aksi Diwarnai Saling Lempar Air dan Adu Argumen
Ketegangan terjadi ketika mahasiswa dan aparat keamanan terlibat aksi saling lempar air di tengah kerumunan. Adu argumen antara kedua pihak juga terlihat di lokasi demonstrasi.
Di tengah desak-desakan massa, Raja Osama Melva disebut terinjak hingga terpancing emosi dan melontarkan kata-kata kasar. Padatnya kerumunan membuat situasi di lokasi semakin sulit dikendalikan.
Aksi saling lempar air turut memperkeruh suasana dan memicu reaksi dari aparat yang bertugas mengamankan jalannya demonstrasi. Raja Osama dilaporkan menjadi salah satu pihak yang terdampak desak-desakan tersebut.
Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari DPRD Provinsi Riau maupun Pemerintah Provinsi Riau mengenai tanggapan atas tuntutan mahasiswa tersebut.
